Komplikasi Penyakit, Terpidana Korupsi Fuad Amin Dilarikan ke Rumah Sakit

Suasana ruang perawatan Paviliun Siliwangi 6 Rumah Sakit Dustira. (Gatot Poedji Utomo/Radar Bandung)

Suasana ruang perawatan Paviliun Siliwangi 6 Rumah Sakit Dustira. (Gatot Poedji Utomo/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Mantan Bupati Bangkalan Jawa Timur, Fuad Amin, terkapar di ruang perawatan Paviliun Siliwangi 6 Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi.

Pria yang merupakan penghuni Lembaga Pemasyarakat (Lapas) khusus koruptor, Sukamiskin, itu harus mendapat perawatan intensif lantaran kondisinya terus melemah.

Informasi yang diperoleh dari pihak rumah sakit, Fuad mengalami komplikasi penyakit yakni, stroke, vertigo, jantung.

Wakil Kepala Rumah Sakit Dustira, Letkol Ckm dr. Bambang S.N, mengatakan, saat tiba di rumah sakit pada Rabu (14/2) sekitar pukul 12.00 Wib, Fuad tidak sendiri.

Fuad didampingi dokter dan petugas Lapas Sukamiskin. Saat itu kondisi Fuad lemah akibat sejumlah penyakit yang dideritanya.

Saat ini, pria berumur 70 tahun itu berada dalam pengawasan serta, pengamatan pihak rumah sakit.

“Kondisinya sekarang dalam pengamatan dr. Sandy. Penyakitnya kan lumayan parah, jadi belum bisa dijenguk karena harus mendapatkan perawatan intensif,” kata Bambang di RS Dustira, Jalan Dustira Kota Cimahi, Jumat (16/2).

Keberadaan terpidana kasus pencucian uang dan kasus suap jual beli gas alam untuk pembangkit listrik di Gresik dan Gilir Timur sebesar Rp 414 miliar itu, belum bisa dipastikan berapa lama akan menginap di rumah sakit milik TNI AD tersebut.

Bahkan, untuk observasinya seperti apa belum ditentukan. “Sekarang kami fokus dulu dengan memberikan perawatan medis terhadap yang bersangkutan,” ujarnya.

Sementara untuk kondisi terkini, lanjut dia, saat ini pasien sudah melewati masa kritis sehingga sudah bisa melakukan komunikasi meski masih terbatas.

“Pasien tetap harus dijaga kestabilan kondisi badanya. Intinya harus memilki waktu istirahat yang cukup,” tuturnya.

Disinggung mengenai alasan diterimanya pasien yang sedang menjalani vonis hukuman penjara tersebut, dia menegaskan, pihaknya tidak pandang bulu terhadap apa pun masalah yang sedang dialami pasiennya.

Terlebih, pihaknya tidak dalam kapasitas menolak pasien atau mencari tahu alasan pemilihan rumah sakit.

“Siapa pun yang memerlukan perawatan dan memilih di RS Dustira maka kami akan memberikan pelayanan. Dirawatnya Fuad, karena dokter lapas (Sukamiskin) yang memberikan surat pengantar untuk dirawat disini (Dustira),” tegasnya.

(gat)

loading...

Feeds