Mentalitas Dibentuk dari Pendidikan Keluarga

 Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifah Amaliah saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPrR RI di Hotel Holiday Inn, Jalan Djunjunan, Kota Bandung, Senin (12/2/2018).

Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifah Amaliah saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPrR RI di Hotel Holiday Inn, Jalan Djunjunan, Kota Bandung, Senin (12/2/2018).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kehidupan di dalam keluarga sangat penting untuk proses pembentukan mental dan tingkah laku seorang anak secara berkesinambungan dalam unit terkecil di dalam masyarakat. Dengan kata lain, sebuah keluaga tidak bisa serta merta mengandalkan semua urusan tentang pendidikan hanya kepada sebuah lembaga atau sekolah.

Demikian disampaikan oleh anggota DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah saat ditemui usai acara sosialisasi empat pilar di hotel Holiday Inn, Jalan Djunjunan, Kota Bandung, Senin (12/2).

“Ada banyak faktor yang bisa mengganggu perkembangan anak. Salah satunya adalah lingkungan keluarga yang tidak kondusif dalam mendidik anak. Orang tua hanya mengandalkan sekolah. Padahal, seorang anak pun perlu mendapatkan pelajaran hidup dari keluarga,” katanya.

Saat ini, banyak ditemukan kasus pemukulan, maupun aksi kekerasan fisik maupun seksual terjadi di sekolah. Itu bukan hanya terjadi dari guru ke murid, namun ada pula murid yang melakukan kekerasan kepada gurunya. Ia merujuk kasus dugaan pemukulan yang dilakukan seorang murid terhadap gurunya hingga meninggal dunia di Sampang, Madura sepekan lalu.

Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan bahwa sepanjang 2017 terdapat 358 kasus di sekolah yang meliputi beragam kekerasan, dari fisik, psikis, hingga seksual.

Namun, ia menegaskan, bukan berarti semua sekolah tidak baik. Lingkungan sekolah tetap penting bagi anak untuk bergaul, bersosialisasi hingga menjalankan proses aktualisasi diri. Yang Ledia maksud adalah, pola pendidikan di luar harus diimbangi dengan kehidupan di dalam keluarga.

“Orang tua perlu menanamkan akhlak. Bekal mental dan mawas diri tetap harus dimulai dari keluarga sebagai lingkunan terdekat. Keluarga harus menjadi role model (panutan) dalam hal moralitas,” terangnya.

Hal penting lainnya adalah berkaitan dengan pengawasan. Orang tua harus bisa mengawasi anaknya dari mulai kecil hingga remaja yang mengalami masa penyesuaian diri dengan lingkungan yang ada disekitarnya, khususnya dengan tatanan norma, nilai, adat, dan etika yang berlaku di masyarakat.

loading...

Feeds