Ada Masalah Rem sebelum Bus Terguling di Tanjakan Emen

Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melihat kondisi tempat kejadian perkara insiden kecelakaan bus pariwisata di tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Minggu (11/2). (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melihat kondisi tempat kejadian perkara insiden kecelakaan bus pariwisata di tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Minggu (11/2). (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com – Polisi menetapkan sopir bus yang mengalami kecelakaan maut di tanjakan Emen, Amirudin, sebagai tersangka.

Kepada polisi, Amirudin mengaku ada masalah rem di busnya. Kerusakan rem terjadi pada bagian roda belakang sebelah kanan.

Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni menuturkan, sopir bahkan menyebut manajemen bus pariwisata Premium Passion sudah mendapat laporan terkait masalah rem tersebut.

Namun manajemen meminta sopir mengakali sendiri kerusakan rem bus. Selama perjalanan, sopir merasakan kerusakan rem tersebut.

Tekanan angin rem pada panel spidometer bergerak tidak beraturan. Seharusnya, pergerakan jarum tekanan angin pada panel naik stabil dan turun stabil.

”Sopir lantas memutuskan berhenti di sebuah restoran,” papar Muhammad Joni.

Saat berhenti itulah, sopir menghubungi manajemen bus untuk meminta pendapat, apakah perlu untuk mengganti bus atau lainnya.

”Namun, pengakuan sopir, manajemen malah tidak menginginkan pergantian bus,” ujarnya.

Manajemen kemudian mengarahkan sopir untuk mengakali rem yang bocor itu. Caranya, dengan dipotong dan lubang itu ditutupi atau disumpel.

”Sopir mengaku tidak mengetahui caranya, disumpel itu manajemen yang mengajari,” ungkapnya.

Meski begitu, penyidik tidak langsung percaya dengan pengakuan sopir. Joni berencana memeriksa manajemen.

”Kita akan klarifikasi ke manajemennya,” jelasnya.

Dengan pemeriksaan itu, akan diketahui apakah manajemen memiliki keterlibatan dalam kecelakaan tersebut. Atau malah sopir itu justru berbohong terkait masalah tersebut.

”Pasti itu yang akan kami lakukan,” ujarnya.

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, setidaknya sudah ada empat saksi yang diperiksa terkait kecelakaan bus tersebut. ”Akan terus bertambah saksinya,” terangnya.

Untuk manajemen, dipastikan akan dipanggil untuk menjelaskan terkait kelaikan jalan bus tersebut.

”Banyak yang akan diambil keterangan dari manajemen bus ini,” papar jenderal berbintang dua tersebut.

Sebelumnya, kecelakaan bus terjadi di tanjakan Emen, Subang. Sebanyak 27 penumpang tewas akibat bus terguling setelah menabrak tebing. Sebagian besar korban merupakan warga Ciputat, Tangerang Selatan.

(idr/oki/jpnn)

loading...

Feeds

Akan Ada Mini Bandung di Ukraina

Kerjasama ini terbangun setelah Pemkot kota Bandung mendapat mandat Kedutaan Besar Indonesia di Ukraina pada Oktober 2017 untuk mengenalkan budaya …