Proyek Metro Kapsul Bandung Mulai Dibangun. Kalau Sudah Jadi, Segini Tarifnya

Pencanangan pembangunan metro kapsul di Jalan Dalem Kaum (Mur/Radar Bandung)

Pencanangan pembangunan metro kapsul di Jalan Dalem Kaum (Mur/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Setelah lama tak kunjung jadi, Pemerintah Kota Bandung mulai membangun koridor metro kapsul. Moda transportasi missal ini diharapkan bisa mengatasi kemacetan lalu lintas Kota Bandung.

Pencanangan pembangunan dilakukan Walikota Bandung Ridwan Kamil yang dimulai dengan koridor 3 di Jalan Dalem Kaum.

“Ini merupakan kebanggan bagi kami. Mimpi yang jadi kenyataan,” kata Ridwan Kamil, Senin (12/2).

Emil menjelaskan, pembangunan koridor metro kapsul untuk mengurai kemacetan, salah satunya akibat banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung.

“Rute-rute yang dilewatinya pun kebanyakan melalui pasar-pasar yang biasa didatangin wisatawan,” katanya.

Meski sudah turun izin operasional dari pusat, namun untuk pembangunan 11 halte metro kapsul, Emil mengaku belum ada izin mendirikan bangunan (IMB).

Pencanangan pembangunan metro kapsul di Jalan Dalem Kaum (Mur/Radar Bandung)

“Tapi walau belum ada IMB-nya tetap bisa manacabkan tiang pancang,” katanya.

Harga metro kapsulnya sendiri menurut Emil sangat murah dibandingkan transportasi lain yang ada di luar negeri. Metro kapsul dirancang teknologi anak bangsa.

Biaya pembangunan, lanjut dia, tidak memakai APBN atau APBD, melainkan kerja sama dengan PT PP (Persero) Tbk.

Direktur Pengembangan Bisnis PT PP Tbk, Lukman Hidayat mengatakan, investasi proyek metro kapsul sangat murah, yakni Rp1,4 triliun.

Proyek ini dilaksanakan, dengan tanpa mengandalkan dana dari pemerintah baik Pemkot Bandung atau pemerintah pusat. Dengan skema kerjasama Buil Operate Transfer (BOT), sehingga setelah 30 tahun aset menjadi milik Pemkot Bandung.

Kelebihan metro kapsul ini adalah radiusnya yang kecil dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam.

“Satu gerbong metro kapsul bisa mengangut 50 orang. Dalam satu hari bisa mengangkut 1.500-2 ribu orang,” tegasnya.

Untuk tarif, masih dibicarakan tapi kira-kira Rp6 ribu-Rp7.500 sekali jalan.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, pembangunan koridor 3 dilakukan dengan pertimbangan bahwa rute tersebut termasuk paling sibuk.

Metro kapsul koridor 3 ini mengambil rute Stasiun hall, JL Otista, JL Dalem Kaum, JL Dewisartika, JL Pungkur, JL Buah Batu, JL Palasari, JL Jend AM Yani kembali ke stasiun hall. Dengan panjang rute 8,3 kilometer.

Sementara koridor 2 mengambil rute Gedebage-Kebonkopi, dan koridor 1 Tamansari-Leuwipanjang.

“Jadi kalau dilihat kemungkinan, memang koridor 3 dulu yang dibangun,” kata Didi.

Untuk koridor 1, kesulitan terletak di investor yang belum menemukan yang cocok. Sementara pembangunan koridor 2 menunggu kereta cepat yang merupakan proyek pemerintah pusat.

(mur)

loading...

Feeds