Menegangkan, Kesaksian Korban Bus Maut Tanjakan Emen yang Selamat

Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melihat kondisi tempat kejadian perkara insiden kecelakaan bus pariwisata di tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Minggu (11/2). (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melihat kondisi tempat kejadian perkara insiden kecelakaan bus pariwisata di tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Minggu (11/2). (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kecelakaan yang merenggut 27 korban jiwa terjadi di Tanjakan Emen yang berada di Kampung Cicenang, Desa Ciater, Kecamatan Ciater Kabupaten Subang, Sabtu (10/2) pukul 17:00 WIB.

Bus pariwisata PO Premium Fassion dengan nomor polisi F 7959 AA yang membawa rombongan ibu-ibu PKK dari Tangerang Selatan diketahui sempat kehilangan kontrol akibat rem blong.

Diketahui, para wisatawan ini baru saja meninggalkan wisata kawah Gunung Tangkubanparahu di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, untuk kembali pulang ke Tangerang Selatan via Tol Cikopo-Palimanan yang bisa diakses dari Gerbang Tol Subang.

Setelah keluar dari gerbang Tangkuban Parahu, bus harus melewati turunan panjang sekitar kurang lebih dua kilometer.

Saat melewati turunan panjang yang curam dan berkelok-kelok di tengah kebun teh dan hutan pinus itulah bus mengalami kecelakaan tragis. Rupanya, bus yang terlibat kecelakaan itu merupakan bus rombongan nomor satu dari tiga bus yang berangkat.

Saat kecelakaan terjadi, bus rombongan satu itu berada di paling depan kemudian disusul bus dua dan tiga.

Bus yang terguling membuat penumpangnya terlempar. Penumpang bus rombongan di belakangnya melihat puluhan jenazah bergelimpangan.

Kesaksian pun diceritakan oleh beberapa korban yang selamat dari kejadian maut itu.

Niki Fadhila Gusti bocah tujuh tahun merupakan korban selamat dalam kecelakaan maut bus menceritakan ikut terguling-guling di dalam bus.

Saat insiden terjadi, siswi kelas 1 SDN Ruhama Jakarta yang sering dipanggil Iki ini duduk bersama ibunya (Yeti Munjiawati), di barisan bangku paling belakang.

Iki sempat tak bisa bergerak karena syok akibat bus yang ditumpanginya itu terbalik dan remuk.

“Busnya goyang-goyang, lalu Iki bangun, tapi bus masih goyang-goyang, tahu-tahunya terguling. Alhamdulillah Iki cuma luka lecet di kepala,” kata Niki saat ditemui di Polsek Jalan Cagak, Sabtu malam.

Niki juga mengalami syok berat saat melihat sang ibu sudah dalam kondisi terjepit sepeda motor yang masuk ke dalam badan bus.

loading...

Feeds