Anugerah Silaturahmi Budaya di Tasikmalaya Diisi Talent Nasional

Acara Coklat Kita Silaturahmi Budaya di Tasikmalaya (NIDA KHAIRIYYAH/RADAR BANDUNG)

Acara Coklat Kita Silaturahmi Budaya di Tasikmalaya (NIDA KHAIRIYYAH/RADAR BANDUNG)

“Silaturahmi Budaya ini tidak disampaikan melalui komunikasi verbal semata akan tetapi menyampaikan pesan melalui musik-musik kolaborasi kedua budaya,” paparnya.

‎DR Zastrouw mengatakan dalam silaturahmi budaya ini terdapat dua point yaitu dapat memperkokoh interaksi ini masyarakat dari berbagai kalangan dan melalui event ini masyarakat yang terkungkung hirup pikuk dapat berkumpul dengan invidu lainnya serta pesantren bisa kumpul dengan komunitas pesantren lain.

Salah satu contoh yait dapat melembutkan hati sehingga masing-masing pihak dapat berempati.

“Selain itu ujaran kebencian dapat tereliminir dengan kuat, sehingga orang dapat memilah kabar dari medsos karena rekatnya hubungan antar sesama manusia. Maka fitnah cacimaki tindakan sikap-sikap intoleran dapat terkikis di even akbar ini,” terangnya.

Disinggung mengenai respons dari masyarakat atau Pemerintah setempat. DR Zastrouw mengatakan ‎Pemerintah sangat respon, mulai tingkat RT sampai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya pun mendukung karena dirasa menjadi sarana tuntunan dan tontonan yang menjadi pencerahan.

“Masyarakat yang masih mencerminkan hidup guyub rukun. Senang berkumpul dengan sesama saling menyapa,” ujarnya.

Senada dengan Dr Zastrouw, salah satu pengisi acara Iman Jimbot mengatakan jika dirinya sangat bangga dapat berpatisipasi dalam acara yang digagas oleh Coklat Kita ini.

Menurutnya,‎ acara ini cukup luar biasa karena benar mengangkat budaya yang punah dan semoga kedepannya dapat berkelanjutan.

“Menurut saya Kabupaten Bandung sendiri tepatnya di Ciparay sendiri yaitu merupakan satu daerah yang memiliki banyak seniman-seniman,” ujar Iman.

Iman pun mengataka‎n dalam acaranya ini dirinya menemui tantangan baru salah satunya yaitu menggabungkan beberapa aliran musik, karena baginya di setiap daerah memiliki pakem dan ciri tersendiri. Tetapi jika digarap lebih maksimal semua akan bagus untuk disajikan kepada khalayak.

“Beberapa unsur yang dikolaborasikan dalam Silaturahmi Budaya ini adalah intinya ngaitkeun dudularan (mempersatukan persaudaraan),” ujar Iman yang pernah tergabung dalam grup Karinding Attack.

Seniman, Budi Cilok mengaku Silaturahmi Budaya selalu membuat kejutan setiap tahunnya. Selain dengan konsep yang unik dan menarik, acara yang didukung penuh Coklat Kita ini pun selalu menyesuaikan kultur budaya di daerah-daerah yang disinggahi.

‎”Tasikmalaya kan terkenal sebagai kota santri, otomatis tingkat silaturahminya pun sangat kental. Dan bagi saya sendiri silaturahmi kaitanya sangat penting untuk kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Ia pun menyanyikan lagu ‘Salam Tanguh’ yaitu jangan mudah menyerah siapun dan dimana pun. Tak cukup sampai disana, ia pun ingin menginspirasi kaum muda untuk bisa terus berkarya.

“Selama saya bergabung dengan Coklat Kita di Silaturahmi Budaya tak pernah berhenti bersyukur, karena bisa melihat berbagai kultur Jawa Barat,”bebernya.

Brand Coklat Kita, ‎Sigit Prastyo Wibowo menyebut ‎Coklat Kita Silaturahmi Budaya sudah puluhan tahun yang lalu menjadi bagian di masyarakat, sehingga kami tidak bisa memprediksikan setahun berapa kali.

“‎Kegiatan ini melibatkan banyak stakeholder, kami mengucapkan terimakasih atas bantuannya,” tuturnya.

Sementara untuk talent akan terus disesuaikan dengan wilayah di Indonesia, seperti adanya perbedaan di Jawa Tengah menghadirkan bupati Tegal yang juga seorang dalang.

“Kita ingin terus bersama dengan masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

loading...

Feeds