Anugerah Silaturahmi Budaya di Tasikmalaya Diisi Talent Nasional

Acara Coklat Kita Silaturahmi Budaya di Tasikmalaya (NIDA KHAIRIYYAH/RADAR BANDUNG)

Acara Coklat Kita Silaturahmi Budaya di Tasikmalaya (NIDA KHAIRIYYAH/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com – Ribuan warga Tasikmalaya bersilaturahmi di Lapangan Kampus 2 Pondok Pesantren Suryalaya dalam acara Coklat Kita Silaturahmi Budaya.

Kebahagiaan nampak terpancar dari para santri peserta silaturahmi tersebut.

Tak kalah spesial dengan makna Silaturahmi Budaya, ‎Coklat Kita menghadirkan serangkaian kegiatan dakwah DR Zastrow Al-Ngatawi, silaturahmi di Pondok Pesantren.

Lalu, pementasan musik religi dari kelompok musik etnik Ki Ageng Ganjur dan penampilan dari seniman Budi Cilok, Iman Jimbot, Sarah Saputri dan Jaka PW.

‎Acara yang berlangsung selama dua hari itu juga diisi festival musik santri dari kelompok musik islami.

Pantauan di lokasi, berbahagai kebisaan santri di Pondok Pesantren Suryalaya pun ikut andil dalam Silaturahmi Budaya. Kemampuan santri dan santriwati mampu menghipnotis warga Tasikmalaya dengan syair-syair islaminya.

Salah seorang pengisi acara DR Zastrouw Al Ngatawi menjabarkan Silaturahmi Budaya yang digagas oleh Atap Promotions dan Coklat Kita, ingin mengubah pandangan atau cara berpikir warga Jawa Barat khususnya di Kabupaten Tasikmalaya dalam silaturahmi.

“Biasanya kan silaturahmi cukup bertemu dengan orang lain dan bercakap-cakap, tapi kita terkadang lupa dengan budaya di daerahnya. Nah, disinilah kita ingin menjadikan satu kedua hal tersebut, bahwa siapa pun bisa membuat silaturahmi dengan budaya nya,” ujarnya di sela-sela acara, Minggu (11/2).

‎DR Zastrouw mengatakan dengan cara ini tidak hanya satu dua orang yang bertemu tetapi berbagai orang dari berbagai macam kelompok dan latar belakang tumpah ruah di Lapangan Barujati, ia melanjutkan ketika Menggunakan kebudayaan sebagai sarana silaturahmi. Hal tersebut dapat mencakup seluruh lapisan masyarakat.

Zastrow menyebut Silaturahmi Budaya seperti ini adalah cara para wali tedahulu untuk berdakwah.

“Dakwah dan seni tidak bisa dipisahkan, masyarakat akan lebih mudah memahami keberagaman,” tuturnya.

Dalam perhelatan ini dimeriahkan pula berbagai booth diantaranya booth kuliner yang menjajakan bentuk‎ kreatifitas manusia dari berbagai macam produk.

Tak hanya itu, yang paling utama adalah panggung musik yang dimeriahkan oleh seniman dari Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang akan berkolaborasi dengan Budi Cilok, Iman jimbot dan Sarah Saputri.

loading...

Feeds

Akan Ada Mini Bandung di Ukraina

Kerjasama ini terbangun setelah Pemkot kota Bandung mendapat mandat Kedutaan Besar Indonesia di Ukraina pada Oktober 2017 untuk mengenalkan budaya …