Suplemen Mengandung Babi, Manajemen Viostin DS Temui Ketua MUI

Manajemen PT Pharos temui Ketua Umum MUI

Manajemen PT Pharos temui Ketua Umum MUI

POJOKBANDUNG.com – PT Pharos Indonesia, produsen suplemen Viostin DS, menemui Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin di kediamannya, wilayah Koja, Jakarta Utara.

Berdasarkan siaran pers yang diterima pojokbandung.com, pertemuan itu berlangsung Senin (5/2) malam. Manajemen PT Pharos Indonesia diwakili oleh Janto Kusmanto (Presiden Direktur), Ida Nurtika (Direktur Komunikasi Perusahaan), juga Andre Arief Lembong yang mewakili keluarga pemilik perusahaan.

Kepada KH Ma’ruf Amin, tim manajemen PT Pharos Indonesia menjelaskan bahwa Viostin DS dibuat dengan menggunakan bahan baku dari sapi dan sama sekali tidak mengandung babi.

Bahan baku untuk Viostin DS, yakni Chondroitin Sulfat, dipasok dari pemasok luar negeri yang telah memiliki sertifikat halal dari Halal Certification Services (HCS). HCS sendiri telah masuk ke daftar lembaga sertifikasi halal luar negeri yang diakui oleh MUI.

PT Pharos Indonesia juga menjelaskan bahwa setelah mendapat informasi dari BPOM bahwa produk Viostin DS di bets tertentu, tercemar oleh DNA porcine, segera menarik seluruh produk, menghentikan penjualan, serta menghentikan produksi.

Direktur Komunikasi Perusahaan PT Pharos Indonesia, Ida Nurtika mengatakan, upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap konsumen.

Ketua MUI KH Ma’ruf Amin mengatakan, dirinya juga terus mengikuti perkembangan isu ini dan telah mendengar informasi dari berbagai pihak.

Menurutnya, PT Pharos Indonesia sebagai produsen Viostin DS telah mengambil langkah yang tepat dalam mengatasi isu ini.

“Saya rasa apa yang dilakukan PT Pharos Indonesia untuk menarik seluruh produk Viostin DS dari pasar sudah benar dan kami mengapresiasi langkah yang diambil,” ujar Ma’ruf Amin.

Ma’ruf Amin meminta masyarakat agar tidak terlalu resah dalam menanggapi isu tersebut karena produk Viostin DS memang tidak menggunakan bahan baku dari babi.

Ma’ruf Amin juga menyampaikan kewenangan halal dan haram menjadi otoritas MUI, dan menyarankan produsen agar melakukan uji kembali bahan baku bets tertentu tersebut di LPPOM MUI.

Sebelumnya diberitakan, Balai Besar POM mengidentifikasi Viostin DS dengan bets tertentu mengandung DNA babi, yakni Viostin DS produksi PT. Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H. Sehingga, Viostin DS dengan bets tersebut ditarik di pasaran.

(men/Cr1/pojokbandung)

loading...

Feeds