Polda Jabar Tutup Empat Pabrik, Bukti Industri Kurang Peduli pada Lingkungan

Penanganan limbah yang kini tengah mencemari Waduk Saguling. (Riana Setiawan)

Penanganan limbah yang kini tengah mencemari Waduk Saguling. (Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com – Limbah menjadi permasalahan salah satu masalah yang timbul akibat industri. Jika pabrik tidak mampu mengelola limbah dengan baik, maka dampak buruk akan dirasakan lingkungan dan masyarakat.

Seperti halnya di Kota Cimahi, dari 593 industri yang ada baik besar maupun kecil, berpotensi merusak lingkungan karena pengelolaan limbah yang tidak baik. Tak jarang akibat limbah tersebut pihak pabrik kerap konflik dengan warga sekitar. ‎Hal itu diperparah dengan tertutupnya pihak pabrik dengan masyarakat.

Sebagai contoh, belum lama ini pihak Kepolisan Daerah Jawa Barat telah menutup sedikitnya empat pabrik yang dianggap melakukan pencemaran lingkungan karena dengan sengaja membuang limbah langsung ke aliran sungai.

Keempat perusahaan yang melakukan pencemaran lingkungan tersebut adalah, PT. Gede Indah (Cimahi). PT. Selaras Idola Abadi (Kabupaten Bandung) PT. Sinar Sukses Mandiri (Kabupaten Purwakarta) dan PT. Surya Tekstil (Kabupaten Karawang).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Muhamad Yani, mengatakan, pihaknya menyayangkan tindakan dari pihak perusahaan yang tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah terkait pengelolaan limbah terpadu.

“Sekarang kita masih tunggu hasil perkembangan dari penyidikan yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Jabar. Apakah sesuai tuduhan atau bagaimana,” kata Yani.

Yani menambahkan, penutupan pabrik oleh Polda Jabar perlu dijadikan pelajaran bagi para pemilik industri di Kota Cimahi.

“Pemilik pabrik jangan hanya berorientasi terhadap profit saja, tapi perhatikan juga lingkungan sekitar,” ujarnya.

Sejauh ini, masyarakat di wilayah Kecamatan Cimahi Selatan kerap menjadi korban ketidakpedulian pihak pabrik terhadap lingkungan sekitar. Terlebih, di wilayah Cimahi bagian selatan itu merupakan kawasan industri dan padat penduduk.

Yani pun mengakui, kondisi di wilayah Cimahi bagian Selatan, selama ini menjadi yang paling terdampak oleh aktivitas industri. Oleh sebab itu, pihaknya akan lebih tegas mengawasi aktivitas industri terutama terkait pengolahan limbah terpadu.

“Tentunya kami tidak mau kecolongan lagi dengan adanya temuan industri lain yang mencemari lingkungan. Untuk pengawasan, tugasnya dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” tuturnya.

Meski banyak pabrik yang jelas-jelas menyalahi aturan, namun Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Industri, Kimia, Tekstil, dan Aneka pada Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono, hanya mampu mendorong industri khususnya di Cimahi agar, memininalisir dampak pencemaran lingkungan.

loading...

Feeds

Kian Patuh Sambil Makan Bakso Puyuh

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI–Puluhan pelaku Usaha Kecil dan Menegah (UKM) di wilayah Pelabuhan Ratu mengikuti diskusi bertajuk “Peran UKM Untuk Negeri” di …

Bangun Ekonomi Rakyat, DPD Sosialisasi LPDB

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Peran Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) sangat strategis untuk membantu pengembangan ekonomi kerakyatan …