Hellprint Tak Ingin Mengkotak-kotakkan Musik

Hellprint United Day VI (imgrum.org)

Hellprint United Day VI (imgrum.org)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penikmat musik Bandung memadati hajatan music Hellprint United Day VI, di Lapangan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pusenif), Bandung.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kini Hellprint mengkonsep acara secara lebih apik.

Hellprint adalah sebuah festival musik yang didukung penuh SUPERMUSIC.ID, jika sebelumnya 90 persen di penuhi band-band underground, tahun ini hanya 70 persen.

Hal itu dikarenakan Hellprint ingin sedikit mengubah pemahan warga Indonesia, bahwa bukan sekedar wadahnya ‎bagi musisi underground melainkan seluruh jenis genre.

Acara yang bertemakan ‘United and Created Another Monster‎’ menampilkan 47 band ternama di dua panggung spektakuler.

Ketua Pelaksana, Kajoel menyebut, Hellprint bukanlah milik musisi metal, melainkan seluruh pelaku seni. ‎Hanya saja, diawal munculnya Hellprint dengan skala kecil dan menampilkan musisi-musisi band metal saja.

“Kini Hellprint sudah dikenal se-Asia Tenggara, namun hanya kenalnya ‎sebagai konsernya musik metal padahal kami tempatnya semua gendre,” beber Kajoel kepada wartawan di lokasi konser, Minggu (4/2).

Ia mengaku, jika Hellprint diperuntukkan bagi musisi metal dan membuat kegiatan lain khusus satu genre lainnya, tandanya ia mengkotak-kotakan musik.

“Kita gak suka mengkotak-kotakan dan dikotak-kotakan,” tambahnya.

‎Perwakilan SUPERMUSIC.ID,G.P Bayu menyebut di Bandung sangat jarang yang mengapresiasi semua genre, sehingga hadirnya mereka sebagai naungan pecinta musik.

“Hellprint identik dengan underground. Bukan hanya metal tapi semua musisi berbagai genre dengan kreatif kami siap apresiasi,” ujarnya.

Disinggung konsep teranyar, Bayu menganalogikannya sebagai manusia yang ingin membangun jadi diri perlu intensitas dan evaluasi diri. Tentu, lanjutnya, adanya waktu dan biaya yang tidak bisa dipisahkan.

“Kita akan terus tumbuh, dari yang pertama hingga sekarang kami bebenah diri untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik,” ujarnya.

‎Puluhan ribu penonton terus menjerit saat melihat band kesayangannya tampil, mereka pun dengan lantang ikut menyanyikan bait demi bait setiap lagu.

Ada satu band yang menarik, yaitu kolaborasi DJ Ari menjadi magnet remaja di Kota Bandung ikut menyesaki lokasi. Wajahnya yang tampan dan kepiawaiannya memainkan lagu membuat wanita-wanita yang datang terus menyerukan namanya.

Disisi panggung lainnya, Band Billfold dengan vokalis cantiknya tak kalah mengguncang Lapangan Pusenif. Saat mereka pamitan di sela-sela lagu, ribuan fansnya pun ikut menangis dan berseru ‘jangan bubar’.

Hingga seluruh lagu selesai dinyanyikan, mereka membungkuk ke hadapan ribuan fansnya sangat lama. Pasalnya, panggung Hellprint United Day VI adalah panggung terakhir mereka.

(nda)

loading...

Feeds

Sandrina Pukau Warga Cianjur

‎Tahun ini Napak Jagat Pasundan (NJP) mengusung tema 'Keur Balarea', ada banyak konsep baru dan unik dalam pengemasannya dibandingkan tahun …