Full Day School di Cimahi, Orang Tua Khawatir Anaknya Kelelahan

POJOKBANDUNG.com – Meski sekolah dasar (SD) di Kota Cimahi telah menerapkan sistem full day school, namun sebagian orang tua murid masih mempertanyakan bagaimana standar kegiatan pada penerapan kebijakan tersebut.

Sejauh ini, para orang tua murid merasa kebijakan tersebut tidak lebih dari kegiatan sebelumnya.

Anie (30), warga Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara, mengaku anaknya tidak mendapat tambahan kegiatan selain tematik.

“Kalau tematik sehari-hari juga ada. Apakah sistem full day school seperti ini,” ucapnya.

Dengan demikian, masyarakat meminta Dinas Pendidikan Kota Cimahi agar segera menetapkan standar kegiatan pada penerapan full day school.

“Sebaiknya setiap sekolah sudah siap dalam aplikasinya,” tuturnya.

Ia pun berharap, pihak sekolah memberikan jam sekolah yang efektif kepada para siswa. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan dan siswa pun tidak diforsir tenaganya.

“Jangan sampai terlalu diforsir yang pada akhirnya malah kelelahan sepulang belajar,” katanya.

Saat ini, dari 125 sekolah dasar negeri di Cimahi sudah mulai menerapkan sistem full day school.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan, pihak sekolah masih dalam tahap adaptasi dan pengaturan waktu kegiatan.

Selain itu, masih diperlukan sarana prasarana serta tenaga kerja.

“Sekarang pihak sekolah sedang memperhitungkan terkait waktu dan lainnya. Agar para siswa mendapatkan manfaat dari sistem full day school ini,” kata Dikdik, Senin (5/2).

Dikdik menambahkan, sejauh ini pihak sekolah selalu menagih tambahan sarana prasarana dan tenaga kerja terutama, guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Untuk penerapan full day school sendiri, lanjut dia, sekolah perlu menyiapkan ruang kelas memadai termasuk kantin dan ruang ibadah.

“Tapi karena anggaran untuk kelas tidak memadai, maka disiasati dengan pembagian waktu penggunaan kelas,” terangnya.

Kendati demikian, Dikdik menilai, kebijakan full day school sangat positif. Terlebih, dalam dunia pendidikan tidak hanya sekedar baca tulis tapi juga pendidikan karakter.

“Makanya diberikan jam tambahan sebagai upaya pembentukan karakter siswa. Tentunya ini butuh keterlibatan dan kesiapan semua pihak termasuk orangtua di rumah,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds

Kian Patuh Sambil Makan Bakso Puyuh

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI–Puluhan pelaku Usaha Kecil dan Menegah (UKM) di wilayah Pelabuhan Ratu mengikuti diskusi bertajuk “Peran UKM Untuk Negeri” di …

Bangun Ekonomi Rakyat, DPD Sosialisasi LPDB

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Peran Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) sangat strategis untuk membantu pengembangan ekonomi kerakyatan …