Industri Kota Cimahi Diingatkan Prioritaskan Pekerja Lokal

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kemenprin, Achmad Sigit Dwiwahjono, di ‎ PT Sukses Investasi Anugrah Propertindo (SIAAP) di Jalan Nanjung, Cimahi. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kemenprin, Achmad Sigit Dwiwahjono, di ‎ PT Sukses Investasi Anugrah Propertindo (SIAAP) di Jalan Nanjung, Cimahi. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com – Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kemenprin, Achmad Sigit Dwiwahjono, mengingatkan seluruh industri di Kota Cimahi prioritaskan pekerja lokal.

Menurutnya, potensi pekerja lokal yang memiliki kompetensi sangat banyak apabila, pihak industri mau melakukan pendampingan terhadap sekolah kejuruan.

“Minimalnya, sekolah yang dekat dengan lingkungan pabrik harus didampingi,” kata Achmad di Cimahi, Jumat (2/2).

Pendampingan sekolah kejuruan itu, lanjut dia, merupakan bagian dari program vocational training yang sedang digulirkan Kemenprin.

“Tujuannya, agar masyarakat sekitar bisa memperoleh pendidikan yang diperlukan oleh industri,” terangnya.

Di Kota Cimahi, saat ini ada 593 industri baik yang besar maupun kecil. Oleh sebab itu, kata dia, dengan banyaknya industri seharusnya tingkat pengangguran bisa ditekan. Apalagi pengangguran muda yaitu, pelajar yang baru lulus sekolah.

“Ratusan industri ini saya harap bisa memberikan pemembinaan terhadap 23 SMK di Cimahi agar, tidak kalah dengan pekerja asing,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Muhammad Yani mengatakan, seharusnya industri di Cimahi mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat terutama dalam penyerapan tenaga kerja.

“Agar penyerapan tenaga kerja di Cimahi seimbang, kedepan kami akan lebih gencar melakukan berbagai pelatihan kerja,” katanya.

Melalui Dinas Ketenagakerjaan, lanjut dia, saat ini sedang merancanakan Balai Pelatihan Kerja (BLK), untuk meningkatkan kualifikasi agar sesuai dengan sfesifikasi yang dibutuhkan industri.

“Ke depan akan dibangun link and match dengan pihak industri. Agar masyarakat tidak lagi kesulitan ketika mau mencari pekerjaan,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds