Wuiiih…Papan Gypsum Gyproc Mampu Gantung Sepeda Motor 131 Kilogram

Pengenalan papan gypsum super  kuat Gyproc yang mampu menahan sepeda motor kepada media di Bandung, Jumat (26/1).

Pengenalan papan gypsum super kuat Gyproc yang mampu menahan sepeda motor kepada media di Bandung, Jumat (26/1).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Dinamika pembangunan Kota Bandung dan daerah penyangga sekitarnya benar-benar telah menjadi magnet bagi para pengusaha, investor maupun konsumen. Apalagi berbagai proyek infrastruktur yang digenjot pemerintah, praktis berdampak naiknya pertumbuhan properti. Diantaranya proyek KA Cepat Jakarta-Bandung, jalan tol Bandung Intra Urban Toll Road, Soreang Pasirkoja, Cisumdawu dan Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya) yang memudahkan arus transportasi.

Bahkan, mereka kini mulai mengincar kawasan Bandung Timur yang diprediksi kian berkembang pesat seiring proyek-proyek yang
tengah digarap pemerintah maupun swasta di kawasan tersebut. Sebut saja kawasan Gedebage yang akan dilengkapi fasilitas KA
Cepat High Speed Railway dan Light Rail Transit Bandung Raya.

Sebuah pengembang kelas kakap pun telah menyiapkan kawasan ini
menjadi sebuah Kota Baru seluas 300 hektare. Tentunya ini menjadi peluang bisnis menggiurkan bagi pengusaha properti maupun produk turunannya, yakni bahan bangunan.

Nah, PT Saint Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI) sebagai produsen papan gypsum dengan brand Gyproc jeli melihat
pertumbuhan market bahan bangunan di Kota Bandung dan sekitarnya. Tak heran, anak perusahaan Saint-Gobain yang bermarkas di Perancis ini menjadikan Bandung sebagai kota pertama untuk ekspansi pasar lebih luas lagi.

“Bahan bangunan adalah salah satu komponen sangat penting untuk membangun rumah dan bangunan lainnya. Pemilihan material yang tepat akan menentukan kenyamanan dan ketahanan bangunan tersebut. Terlebih Bandung adalah daerah dengan kelembapan dan curah hujan yang cukup tinggi sehingga perlu adanya pemilihan banhan bangunan yang tepat,” ujar Managing Director PT SGCPI Hantarman Budiono kepada media di Bandung, Jumat (29/1).

Hantarman menyebutkan, Gyproc mulai hadir di Indonesia sejak 2007 melalui jaringan distribusinya. Barulah pada 2014 pabrik
Gyproc berdiri di Cikande, Serang-Banten dengan total nilai investasi USD 45 juta dan mampu memproduksi 30 juta meter persegi papan gypsum per tahun.

Sebagai papan gypsum yang ramah lingkungan, Gyproc kata Hantarman memiliki keunggulan lain, yakni super kuat. “Saking kuat dan kokohnya, Gyproc mampu menahan sepeda motor yang digantung hingga seberat 131 kilogram,” tandas Hantarman.

Kehadiran papan gypsum Gyproc di Jabar mendapat sambutan positif pelaku bisnis atau distributor. Sebut saja Director CV Setia
Agung Pratama, Rudy Ong selaku distributor Gyproc untuk wilayah Jabar. “Kami sangat mengapresiasi masuknya bahan material
yang dianggap masih baru, yakni papan gypsum Gyproc dengan teknologi drywall system,” ungkap Rudy.

Terlebih Gyproc, lanjut Rudy, merupakan bahan bangunan yang ramah lingkungan, minim konsumsi sumber daya alam dan
pemanfaatan sumber daya terbarukan serta 100 persen dapat didaur ulang.

Sementara, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Jabar Robby Dwikojuliardi mendukung hadirnya Gyproc di Kota Bandung.

“Gyproc akan melengkapi referensi material konstruksi dari sekian merek yang telah ada di Bandung,” terang Robby.

Dia pun berharap, produk Gyproc dapat berkontribusi dalam pengembangan green building di Indonesia.

Gyproc yang menggunakan teknologi drywall atau sistem dinding kering, menurut Technical Support & Specification Manager
Gyproc Kriswido Prasetya membuat pengguna dapat mengurangi pemakaian air, 30 persen mempercepat waktu konstruksi yang
berdampak penurunan labou cost hingga 20-25 persen.

“Selain itu sisa material pun minim,” jelasnya. (*/nto)

loading...

Feeds

Bangun Ekonomi Rakyat, DPD Sosialisasi LPDB

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Peran Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) sangat strategis untuk membantu pengembangan ekonomi kerakyatan …