Penjual Mobil Bekas Raih Mobil Baru

(kiri-kanan) General Manager Sales Regional Western Jabotabek Telkomsel Hasan Kurdi secara langsung menyerahkan hadiah 1 unit mobil Honda Brio kepada pelanggan setia Telkomsel asal Tangerang yang menjadi pemenang program Pesta Blanja Poin periode 1, (23/1).

(kiri-kanan) General Manager Sales Regional Western Jabotabek Telkomsel Hasan Kurdi secara langsung menyerahkan hadiah 1 unit mobil Honda Brio kepada pelanggan setia Telkomsel asal Tangerang yang menjadi pemenang program Pesta Blanja Poin periode 1, (23/1).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Telkomsel wilayah operasional Regional Western Jabotabek baru saja melakukan penyerahan hadiah secara langsung kepada Karsudin, seorang pelanggan setia Telkomsel asal kota Tangerang yang kesehariannya bekerja sebagai penjual mobil bekas. Sdr. Karsudin berhasil menjadi pemenang salah satu hadiah utama 1 unit mobil Honda Brio setelah mengikuti program Pesta Blanja Poin periode 1, yang digelar sejak bulan Oktober 2017, (23/1).

Karsudin selalu setia menggunakan layanan berbasis data Telkomsel untuk membantu bisnis jual beli mobil bekas secara online melalui media sosial ataupun aplikasi Market Place. Dengan rutin melakukan pembelian pulsa dan aktivasi paket data Telkomsel, Karsudin telah mengumpulkan sejumlah Telkomsel POIN yang kemudian ditukarkan untuk meraih kesempatan menjadi pemenang dalam program Pesta Blanja Poin Telkomsel. Selama periode 1 (1 – 31 Oktober 2017), Karsudin telah menukarkan sebanyak 775 Telkomsel POIN.

“Mewakili manajemen Telkomsel Regional Western Jabotabek, kami menyampaikan apresiasi kepada Karsudin yang telah menjadi pelanggan setia Telkomsel dan mempercayakan keunggulan layanan berbasis broadband Telkomsel guna memenuhi kebutuhan keseharian gaya hidup digitalnya,” ujar General Manager Sales Regional Western Jabotabek Telkomsel Hasan Kurdi.

Program Pesta Blanja Poin sendiri merupakan program undian kerja sama Telkomsel dan BLANJA.com yang memungkinkan pelanggan untuk meraih beragam hadiah utama dengan berbagai pilihan cara. Program Pesta Blanja Poin sendiri akan berjalan selama empat periode sejak bulan Oktober 2017 hingga Januari 2018. Seluruh pelanggan Telkomsel bisa mendapatkan kupon undian dengan melakukan penukaran Telkomsel POIN dengan kupon undian, pembelian paket tertentu layanan telepon, SMS, data/internet, NSP, atau layanan Music Max, Video Max, dan voucher games serta konten. Semuanya dapat dilakukan melalui menu akses *123# atau melalui aplikasi MyTelkomsel.

Pelanggan juga bisa memperoleh kupon undian dengan menukarkan langsung Telkomsel POIN untuk mendapatkan voucher belanja online di BLANJA.com. Selain itu, kupon undian dapat diperoleh dengan melakukan transaksi T-CASH Tap senilai minimal Rp20.000 atau dengan melakukan registrasi ulang kartu prabayar milik pelanggan yang belum diregistrasi ulang.

Untuk periode ketiga yang baru saja berlangsung selama bulan Desember 2017, Telkomsel telah melakukan pengundian pada tanggal 15 Januari 2018 di Telkomsel Smart Office, Jakarta. Pelanggan dengan nomor 8126932XXX dari Banda Aceh keluar sebagai pemenang hadiah utama berupa mobil BMW 320i, sedangkan nomor pelanggan 8114090XXX dari Kendari dan 81235460XXX dari Surabaya masing-masing berhasil memenangkan mobil Honda Brio. Daftar lengkap pemenang dapat dilihat di website resmi Telkomsel, yaitu www.telkomsel.com/pestablanjapoin.

Penyerahan dilakukan secara langsung di Kantor Telkomsel Area Jabotabek Jabar sebagai wujud keseriusan Telkomsel untuk membangun kepercayaan kepada pelanggan atas sejumlah program yang telah dihadirkan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dalam menggunakan produk dan layanan terdepan Telkomsel. Telkomsel mengimbau agar pelanggan untuk tetap selalu waspada dan melakukan pengecekan ulang secara resmi, guna menghindari maraknya aksi penipuan mengatasnamakan sejumlah program Telkomsel. Dalam menyelenggarakan semua program berhadiah seperti Pesta Blanja Poin ini, Telkomsel akan menanggung 100% pajak hadiah pemenang.

Hasan menambahkan, modus penipuan seringkali dilakukan melalui telepon, SMS, atau pesan instan dengan mengatasnamakan Telkomsel dan kemudian meminta informasi password atau kode verifikasi MyTelkomsel yang dikirimkan melalui SMS. Pelanggan tidak perlu menanggapi permintaan tersebut dan tidak menginformasikan kode tersebut kepada siapa pun.

“Telkomsel tidak pernah meminta password atau kode verifikasi kepada pelanggan untuk alasan apapun. Kode ini harus selalu dijaga kerahasiaannya seperti halnya PIN ATM atau bank. Dengan memberikan password atau kode verifikasi kepada orang lain sama saja dengan memberikan akses kepada orang lain untuk melakukan transaksi apapun melalui aplikasi MyTelkomsel,” tegas Hasan.

Selain meminta password atau kode verifikasi aplikasi MyTelkomsel, modus penipuan juga seringkali meminta pelanggan untuk memberikan kode verifikasi atas pembelian layanan Telkomsel yang terkirim melalui SMS. Apabila pelanggan merasa tidak melakukan aktivitas yang disebutkan dalam SMS, pelanggan tidak perlu menanggapi SMS tersebut dan tidak menginformasikan kode verifikasi tersebut apabila diminta oleh pihak tidak dikenal.

Informasi lebih lanjut mengenai penipuan yang mengatasnamakan Telkomsel dapat dilihat di https://www.telkomsel.com/support/waspada-penipuan. Pelanggan juga dapat mengajukan pertanyaan terkait penipuan melalui chatting dengan asisten virtual di LINE, Telegram, dan Facebook Messenger Telkomsel, email [email protected], atau melalui facebook.com/telkomsel dan Twitter @telkomsel.

Dalam menyampaikan segala informasi untuk pelanggan, baik mengenai program, layanan, produk, ataupun promosi berhadiah, Telkomsel selalu menggunakan mekanisme pemberitahuan resmi, seperti melalui surat, pemberitaan di media massa nasional, informasi di GraPARI terdekat atau di Call Center Telkomsel, serta situs resmi perusahaan www.telkomsel.com, salah satunya seperti pengumuman pemenang undian Pesta Blanja Poin Telkomsel.

“Dalam setiap program undian atau berhadiah yang diselenggarakan Telkomsel pelanggan tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk membayar pajak hadiah dan sejenisnya. Apabila terdapat informasi atau permintaan yang mengarahkan pelanggan untuk membayar sejumlah biaya dalam nominal tertentu, maka dapat dipastikan hal tersebut bermotif penipuan,” pungkas Hasan. (*/nto)

 

loading...

Feeds