Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Kota Bandung Siap Sukseskan Pilwalkot Bandung

Salah satu acara Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bandung

Salah satu acara Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Memasuki tahun politik 2018, Peranan Organisasi Sosial kemasyarakan yang berbasis kedaerahan dapat menjadi salah satu pilihan para Paslon Gubernur maupun Wali Kota/Bupati dalam mendongkrak perolehan suara.

Meskipun dalam etika mereka independen alias tidak berpartai, namun tidak menutup kemungkinan apabila ada paslon yang dapat menampung aspirasi  mereka dan menjalin komunikasi dengan baik, maka secara otomatis akan terbentuk hubungan emosional yang berpotensi dapat mendulang suara melalui jalur kekerabatan.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bandung Mustamin Marjaing didampingi sekretarisnya Ashar Juraej di Sekretariat KkSS, Jalan Sindangpalay, baru-baru ini.

Menurut Mustamin, peta politik Jawa Barat dan Kota Bandung sangat kental dan saling berkaitan dan mempengaruhi sama lain.

Hal itu disebabkan Kota bandung adalah barometer politik Jawa barat. Di samping itu, puluhan organisasi kedaerahan ada di Kota Bandung.

“Anggota kami saja yang terdaftar tidak kurang dari 5.000 orang, dan semuanya sangat aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang selalu kita adakan. Insyaallah mereka akan selalu berpartisipasi aktif dalam mendukung pemerintah, termasuk dalam hal menyalurkan suara pada pemilihan Wali Kota Bandung maupun untuk Pemilihan Gubernur,” katanya.

Senada dengan Mustamin, Sekertaris KkSS Kota Bandung Ashar Juraej bahkan berani mengungkapkan jika paslon menang di Kota Bandung maka otomatis peluang partai pengusung untuk memenangkan calonnya di Jawa Barat akan terbuka lebar.

Begitu pula sebaliknya, jika di Bandung gagal maka peluangnya tentu akan makin kecil dan kerja partai pengusung akan lebih berat.

Yang menarik dalam kontestasi Pilkada di Kota Bandung, karena ada pasangan dari independen yang tentu dapat menjadi salah satu alternatif bagi warga yang belum tertarik oleh mesin politik partai.

“Tentunya ini akan menjadi pesta demokrasi yang akan seru. Siapa yang dapat memenangkan hati warga maka dialah yang memimpin kita selama 4 tahun ke depan, insyaallah,” katanya.

Ada pun pemimpin yang tepat memimpin Kota Bandung dan Jawa Barat menurut Mustamin dan Asahar tentunya seorang figur yang mumpuni, memiliki kompetensi, kapasitas dan kapabilitas, namun yang terpenting adalah memiliki akhlak yang karimah, agar bisa menjaga amanah dari warga yang diberikan kepadanya.

(sol)

loading...

Feeds