Polres Cimahi Nyatakan Surat Edaran Soal Mogok Pedagang Ayam, Palsu

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Prmana Suryanagara melakukan sidak di Pasar Atas Barokah, Jalan Kolonel Masturi, Kamis (18/1) (Gatot Puji Utomo/Radar Bandung)

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Prmana Suryanagara melakukan sidak di Pasar Atas Barokah, Jalan Kolonel Masturi, Kamis (18/1) (Gatot Puji Utomo/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Polres Cimahi menyatakan surat edaran dari Persatuan Pasar dan Warung Tradisional (Pesat) palsu. Surat yang berisi ajakan mogok berjualan itu sebelumnya telah menyebar ke sejumlah pedagang daging ayam di Pasar Atas Barokah, Jalan Kolonel Masturi, Rabu (17/1).

Selaku Ketua Tim Satgas Pangan Polres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari pimpinan bahwa, Ketua Umum Pesat Jawa Barat menyatakan tidak pernah menerbitkan edaran tersebut.

Untuk meluruskan hal tersebut, pihak kepolisian Polres Cimahi berinisiatif mengumpulkan dinas terkait serta para pelaku usaha daging ayam di wilayah hukum Polres Cimahi yang meliputi Kota Cimahi-Kabupaten Bandung Barat dan Margaasih Kabupaten Bandung untuk, membahas surat edaran tersebut.

Setelah dipastikan edaran tersebut tak bisa dipertanggungjawabkan, Tim Satgas Pangan Polres Cimahi mendatangi sejumlah pasar untuk memberi informasi kepada pedagang dan meyakinkan serta meredam keresahan pedagang. Pedagang pun diminta untuk tetap berjualan.

“Dengan begitu, untuk rencana aksi mogok jualan besok, Jumat (19/1) tidak berlaku,” kata Rusdy, usai melakukan sidak di Pasar Atas Barokah, Kamis (18/1).

Rencana mogok dagang tersebut, pemicunya tak lain akibat harga daging ayam yang tak terkendali. Saat ini, di tingkat pedagang mencapai Rp38.000-40.000/kilogram.

Rusdy menegaskan, pihaknya akan memastikan keamanan masyarakat terjamin, selama kegiatan operasional berlangsung.

“Kami akan berupaya mengamankan secara maksimal, dengan menyebar personil ke pasar termasuk jalur-jalur distribusi. Kalau ada aksi sweeping, dari pihak yang tidak bertanggung jawab, kami akan tindak karena, sudah melanggar hukum,” ujarnya.

Sementara itu, terkait penerbitan surat edaran mogok jualan tersebut, lanjut Rusdy, akan dilakukan pendalaman serta berkoordinasi dengan intasi terkait.

“Sekarang pelaku penyebar surat itu ditangani oleh Polda Jawa Barat,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds

Panwas Butuh Bukti dari Duriat dan KPU

Hari pertama musyawarah penyelesaian sengketa bakal pasangan calon independen Dony Mulyana Kurnia dan Yayat Rustandi (Duriat), Panitia Pengawas Pemilu (Pawaslu) …

Aher Yakin Pilkada Jabar 2018 Aman

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), yakin, penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 di Jawa Barat akan terlaksana dengan aman, nyaman, tentram …