Pedagang Ayam Tidak Jadi Mogok, Asal….

Pedagang ayam di pasar tradisional Cimahi. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

Pedagang ayam di pasar tradisional Cimahi. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Para pedagang daging ayam di Bandung Raya batal menggelar aksi mogok. Sebelumnya, sebuah surat edaran telah menyebar kepada para pedagang daging ayam tersebut dari Persatuan Pedagang Pasar Tradisional (PESAT).

Dalam surat itu disebutkan, berdasarkan hasil musyawarah dari para pengurus PESAT dan para bandar serta pedagang daging ayam, akan dilaksanakan Pemogokan Produksi dan Berjualan Daging Ayam yang berlaku untuk seluruh Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten (Kab) Bandung, serta Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Mogok dijadwalkan Jumat (19/1) pukul 05.00 WIB sampai Minggu (21/1) pukul 18.00 WIB.

Namun setelah dikonfirmasi kepada Koordinator dari PESAT, Iim Ruhimat menjelaskan bahwa rencana aksi mogok para pedagang daging ayam tersebut dibatalkan.

“Dibatalkan sementara,” ungkap Iim saat dihubungi Radar Bandung (grup Pojokbandung), Kamis (18/1).

Iim mengatakan, sudah ada kesepakatan dengan pemerintah mengenai permasalahan gejolak harga ayam yang tidak kunjung turun dan pemerintah tidak bisa melakukan stabilisasi dan normalisasi harga daging ayam.

Ada pun harga ayam yang beredar sekarang adalah seharga Rp. 22.000 – Rp. 23.000 per kilogram dari peternak ke bandar.

Sebelumnya, kata dia, pihaknya melakukan pertemuan dengan Kementrian Perdagangan di Jakarta dan menghasilkan kesepakatan bahwa harga daging ayam di Jawa Barat (Jabar) jangan sampai melebihi Rp. 20.000 per kilogram dari peternak ke bandar.

Hal tersebutlah yang melandasi mayoritas pedangan dan bandar ingin melakukan aksi mogok. Belum lagi laporan keresahan maysarakat atau konsumen yang mengeluhkan harga daging ayam yang mencapai Rp40.000 per kilogram.

“Aksi mogok tersebut inisiatif dari pada pedangan dan bandar,” ujarnya.

loading...

Feeds