Forgotten Jadi Terdakwa Kasus Album Barunya

Surat panggilan pengadilan untuk Forgotten (djarumcoklat.com)

Surat panggilan pengadilan untuk Forgotten (djarumcoklat.com)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG -Membuka awal tahun, Forgotten menjadi musisi pertama yang merasakan kursi panas di Pengadilan Musik jilid ke-19. Mereka dipanggil oleh jaksa untuk mempertanggungjawabkan album ke-6-nya.

Kelompok musik death metal asal Ujungberung, Bandung, itu dengan gagahnya datang ke pengadilan didampingi Gebeg Taring dan Yoga‎ PHB untuk menghadapi jaksa Pidi Baiq dan Budi Dalton.

Selama pengadilan berlangsung, Man Jasad selaku hakim dengan sigap menengahi jaksa dan pembela yang mulai memanas.

Selama ‎pengadilan berlangsung panitera, Edi Brokoli sigap dalam mengkontrol ratusan pengemar datang memadati Kantin Nasion The Panas Dalam, Jalan Ambon No.8A, Kota Bandung, Jumat (19/1).

Program yang didukung penuh DCDC bersama Atap Promotions selalu menjadi tontonan menarik setiap episodenya.

‎Perdebatan antara jaksa, terdakwa dan pembela cukup banyak terlontar, hinga hakim ketua membacakan dakwaan atau tuntutan duo jaksa penuntut umum terhadap karya teranyar Forgotten termasuk bantahan dan pembelaan duet pembelanya, memutuskan album teranyar Forgotten “Kaliyuga” layak edar.

Dan lagu itu pun akhirnya disuguhkan kepada para penggemarnya yang setia menjadi saksi kelangsungan persidangan.

Sejak awal muncul, Forgotten langsung dikenal sebagai band yang berani menyuarakan hal-hal yang tidak familiar untuk diaminkan banyak orang, juga mampu menyulut kontroversi di banyak kalangan.

Tema seputar politik, sosial, ekonomi, hingga yang berkolerasi dengan prinsip pribadi menjadi fokus yang mereka angkat.

Apa yang Forgotten bahas berangkat dari apa yang dialami langsung oleh sang vokalis, Addy Gembel.

Dia menerjunkan dirinya hingga dalam lingkaran terkecil untuk dapat melihat seperti apa kenyataan yang sedang dihadapi, bagaimana rasanya, dan seberapa geram masyarakat yang dirugikan atas nama kepentingan penguasa.

Semua hal yang dia tangkap kemudian diolah dalam lirik-lirik panas yang siap dilontarkan untuk para pemangku kepentingan.

loading...

Feeds