Jatuh Bangunnya Klub Sepakbola Cimahi, Sempat Tidur 11 Tahun

SSB Prima FC berfoto usai melakukan latihan di lapangan Gunung Bohong Kecamatan Cimahi Selatan (Gatot Puji Utomo/Radar Bandung)

SSB Prima FC berfoto usai melakukan latihan di lapangan Gunung Bohong Kecamatan Cimahi Selatan (Gatot Puji Utomo/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Untuk membangun pondasi persepakbolaan di Kota Cimahi, tentunya sangat diperlukan pembinaan pemain usia dini. Terlebih, geliat persepakbolaan di Cimahi sempat tidur panjang lebih dari 11 tahun.

Selama itu, sangat jarang dijumpai atau digelar kompetisi resmi PSSI hingga tingkat Kelompok Usia (KU) di Kota Cimahi.

Bahkan, kompetisi intern pun sempat tidak berjalan selama dua tahun. Hal itu tentunya sangat berpengaruh terhadap perkembangan sepak bola di Cimahi.

Memasuki tahun 2015, terbentuklah Assosiasi Kota (Askot) Cimahi. Kala itu Askot Cimahi pun mengemban tugas yang tidak mudah untuk memajukan sepak bola.

Seiring berjalannya waktu, persepakbolaan Cimahi mulai berubah dan mampu bangkit dari keterpurukannya.

Masuk pada tahun 2017, Askot PSSI Kota Cimahi pun gencar melakukan persiapan dengan berbagai kompitisi resmi secara reguler.

Menjelang Soreatin Cup, Hari Olahraga Nasional (Haornas) September 2017, dan Pekan Olahraga Daerah (Porda) yang akan digelar 2018, kompitisi pun berjalan dengan baik.

Bahkan saat ini pembinaan KU dini masih berjalan agar potensi-potensi pemain muda asli Cimahi bisa tergali.

Alhasil, saat ini, Askot Cimahi sudah memiliki sebanyak 40 klub binaan yang dibagi 3 divisi. Untuk Divisi utama sebanyak 10 klub, Divisi 1, 10 klub dan Divisi 2 diikuti sebanyak 20 klub dengan kompetisi reguler.

Sebagai bukti ingin memajukan olahraga terpopuler di dunia itu, Salah satu Sekolah Sepak Bola (SSB) di Cimahi, Prima FC, saat ini menjadi penyumbang pemain lokal terbanyak.

Pelatih SSB Prima FC, Budi Kurniadi, mengatakan, saat ini pembinaan sepak bola di Cimahi tidak lagi mandeg seperti beberapa tahun silam.

“Sekarang sudah mulai terlihat dari kompetisi internal maupun pembinaan sepak bola muda yang terus berjalan,” kata Budi, kemarin.

Kendati demikian, menurut dia, dari segi persiapan untuk kompetisi di Kota Cimahi masih belum memadai mengingat, sejumlah sarana dan prasarana yang belum sepenuhnya mendukung.

“Setiap roda kompetisi perlu dibenahi lagi. Untuk di kelas usia, sebaiknya usia berapapun ada kompetisinya. Harus ada evaluasi walaupun kompetisi Semi-Pro juga perlu ditingkatkan,” tuturnya.

Di bawah sentuhan tangan dinginnya, meski baru berdiri dua tahun lalu, SSB Prima FC menunjukan performa yang bagus sehingga, bisa menjadikan contoh bagi para pelaku sepak bola di Cimahi.

Desember 2017 lalu, SSB Prima FC menjuarai Haornas PSSI Cimahi dengan menjuarai kompetisi tersebut. Selain itu, SSB Prima FC telah melahirkan sejumlah pemain yang pernah merasakan Diklat Persib.

Di antaranya, M Rizky Taftazani Diklat Persib U-17 dan sebelumnya ada Dadan Septiadi, Riza Fadillah yang dipanggil Diklat U-15.

“Terlepas dari itu, intinya kita fokus terus di kualitas latihan serta perbaikan untuk perubahan tim dan selalu jadi bahan evaluasi,” ucapnya.

Selanjutnya, SSB Prima FC sedang mempersiapkan skuatnya untuk berlaga di kompetisi Danone usia 12 tahun ini.

(gat)

loading...

Feeds

Akan Ada Mini Bandung di Ukraina

Kerjasama ini terbangun setelah Pemkot kota Bandung mendapat mandat Kedutaan Besar Indonesia di Ukraina pada Oktober 2017 untuk mengenalkan budaya …