Kenalkan Manfaat Jaminan Ketenagakerjaan, BPJSTK Datangi Mahasiswa


WAWANCARA: Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan, Evi Afiatin diwawancara usai acara 40 menit mengajar. (Foto : ASEP RAHMAT/ RADAR BANDUNG)

WAWANCARA: Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan, Evi Afiatin diwawancara usai acara 40 menit mengajar. (Foto : ASEP RAHMAT/ RADAR BANDUNG)

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bidik mahasiswa dalam program pengenalan manfaat jaminan ketenagakerjaan. Pasalnya, mahasiswa adalah calon pekerja (sektor penerima upah formal) serta calon pengusaha.

Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan, Evi Afiatin mengatakan, jumlah kepesertaan dari sektor penerima upah (formal) baru mencapai 30 persen dari total cakupan kepesertaan 40 persen. Minimnya jumlah peserta ditengarai oleh beberapa faktor. Salah satunya, ketidaktahuan program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Solusinya kami menggelar program 40 menit mengajar kepada mahasiswa dengan mengenalkan beragam manfaat jaminan ketenagakerjaan,” ucap Evi usai memberikan kuliah umum 40 menit mengajar di kampus ITB, Kamis (18/1/2018).

Evi melanjutkan, selain faktor ketidaktahuan dari sisi data, BPJS Ketenagakerjaan belum mengetahui secara pasti jumlah total tenaga kerja yang ada di setiap perusahaan lantaran tak semua perusahaan mendaftradaftar pegawainya.

“Karena alasan itu kami memang self assessment agar mereka mendaftarkan sendiri,” jelasnya.

Menurutnya, program 40 menit mengajar disetiap Universitas memang sangat penting. Selain memberi pemahaman kepada mahasiswa soal pentingnya jaminan ketenagakerjaan, juga saat mahasiswa masuk dunia kerja akan lebih sadar ketika dihadapkan kondisi tertentu untuk mendapatkan haknya.

“Para mahasiswa (calon pekerja) nantinya lebih sadar kalau ada kecelakaan, meninggal atau pensiun, sudah ada yang jamin. Sebaliknya kalau jadi pengusaha memiliki kewajibkan mendaftarkan pekerjanya,” ungkapnya.

Evi menuturkan, program 40 menit mengajar ini terbukti efektif dilaksanakan. Hal ini terlihat dari antusiasme mahasiswa yang mengikuti jalannya kuliah umum.

“Sudah 49 Universitas yang kami datangi, antusias cukup baik. Kami ingin mengedukasi seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan, termasuk mahasiswa,” pungkasnya.

(arh)

loading...

Feeds

Panwas Butuh Bukti dari Duriat dan KPU

Hari pertama musyawarah penyelesaian sengketa bakal pasangan calon independen Dony Mulyana Kurnia dan Yayat Rustandi (Duriat), Panitia Pengawas Pemilu (Pawaslu) …

Aher Yakin Pilkada Jabar 2018 Aman

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), yakin, penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 di Jawa Barat akan terlaksana dengan aman, nyaman, tentram …