Mau Nginap di Hotel Penuh Nilai Sejarah Seperi Grand Savoy Homann? Segini Tarifnya

Savoy Homann

Savoy Homann

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Jalan Asia Afrika menjadi salah satu icon Kota Bandung semenjak terjadinya Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955.

Selain Gedung Merdeka yang menjadi lokasi terjadinya Konferensi antar Bangsa di Asia Afrika, ada pula Hotel Bidakara Grand Savoy Homann yang letaknya tak jauh dari Gedung Merdeka.

Hotel Bidakara Grand Savoy Homann sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Dahulu hotel ini masih menjadi penginapan yang digunakan sebagai tempat pertemuan untuk para saudagar, setelah dibukanya jalur kereta api dari Batavia (Jakarta) ke Bandung pada tahun 1884.

Pembukaan jalur transportasi tersebut membuat kondisi sosial masyarakat mengalami perubahan yang cukup besar sehingga diubahlah menjadi hotel.

Hal tersebut dijelaskan oleh Public Relation Hotel Bidakara Grand Savoy Homann, Rut Melati.  Nama Homann sendiri diambil dari nama pemilik hotel, yaitu Tuan dan Ny Homann.

“Pria berkebangsaan Jerman dan awalnya hanya penginapan keluarga saja, namun karena saat itu sudah dibuka jalur kereta api Jakarta-Bandung, semakin banyak yang ke sini berubah menjadi hotel,” jelasnya, Selasa (02/08).

Hotel Savoy Homann (savoyhomann-hotel.com)

KAA menjadi pintu kesuksesan hotel ini. Para pejabat dari luar negeri yang menghadiri konferensi tersebut ditempatkan di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann untuk menginap selama acara.

“Seluruh pejabat di tempatkan di sini. Seperti presiden Indonesia, perdana menteri India, presiden Mesir, dan perdana menteri Cina. Itu menjadi awal terkenalnya hotel ini,” tambah dia.

Hotel bintang empat ini hingga sekarang masih menjaga keaslian bangunan, mulai dari arsitektur dan kamar-kamar yang digunakan pejabat saat KAA 1955.

Bagian selatan hotel menjadi lokasi kamar pejabat yang menginap. Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India) menempati lantai satu, Soekarno (Presiden Republik Indonesia) menempati lantai dua, dan Cho En Lai (Perdana Menteri Cina) menempati lantai tiga, bersama para staff.

“Kami masih menjaga keaslian bangunan, baik dari arsitektur maupun kamar yang pernah ditempati pejabat saat KAA pun masih ada. Karena, Savoy Homann terkenal dengan art deco-nya, di situlah keunikannya,” kata dia.

Saat kunjungan Perdana Menteri India ke Bandung dalam rangka Festival Kuliner India, ia ditempatkan di kamar yang dahulunya digunakan oleh Jawaharlal Nehru.

Rut mengatakan setiap orang bisa memilih kamar-kamar istimewa tersebut, jadi bukan hanya pejabat atau orang-orang tertentu saja. Namun, Anda harus sedikit merogoh kocek lebih dalam untuk menikmati kamar dengan fasilitas terbaik.

Selain kamar jenis Homann Sweet, hotel yang memiliki 185 kamar ini juga ada kelas regulernya dengan fasilitas 12 ruangan meeting, dua buah ballroom, outlet, cafe, bar, swimming pool, dan gym area.

Dengan harga mulai dari Rp 800 ribu per malam, Anda dapat menginap di hotel yang penuh nilai sejarah.

“Kamar-kamar yang digunakan mantan para pejabat KAA tersebut masuknya ke kelas Homann Sweet. Jadi dalam satu ruangan kamar ada dua kamar lagi, biayanya sekira Rp 3 juta per malam,” pungkasya.

(cr2)

loading...

Feeds