Berbincang dengan Pendiri Kelompok Teater Modern Tertua di Indonesia

Acara ‘Ngobrol Film Bareng Jim Adhi Limas’ di Bioskop Bandung Creative Hub

Acara ‘Ngobrol Film Bareng Jim Adhi Limas’ di Bioskop Bandung Creative Hub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemain Film Perancis asli Indonesia, Jim Adhi Limas, menceritakan pengalamannya dalam dunia seni teater yang kemudian terjun ke film.

Pengalaman itu dia bagi langsung pada saat momen ‘Ngobrol Film Bareng Jim Adhi Limas’ di Bioskop Bandung Creative Hub, Rabu (03/01) lalu.

Pria yang akrab disapa Jim ini sudah terjun ke dunia teater sejak tahun 1958. Jim masih ingat ketika pertama kali bermain teater untuk pementasan di ITB (Institut Teknologi Bandung).

Setelah bermain teater dalam pementasan tersebut, Jim semakin tertarik dalam dunia yang kerap disapa panggung sandiwara.

Kemudian, ia memutuskan untuk membuat Studiklub Teater Bandung (STB) pada tahun yang sama bersama teman-temannya. STB kemudian menjadi kelompok teater modern tertua di Indonesia.

“Pertama kali tertarik dengan teater dan memutuskan membuat STB adalah untuk menuntaskan naskah yang ditulis oleh Jaya Prana untuk pementasan ITB . Jaya Prana adalah orang Belanda yg tinggal di Indonesia dan menetap lama di Bali. Dari situ senang main teater dan memutuskan untuk mendirikan STB,” ucapnya.

Lulusan Seni Rupa ITB ini kemudian mendapat jalan untuk menjadi seorang aktor. Ia mendapatkan beasiswa untuk bekerja sebagai pemain teater bersama STB untuk mementaskan drama-drama Perancis.

Setelah cukup lama bermain teater di negara yang identik dengan Menara Eiffel ini, kemudian ia kembali ditawarkan untuk memperpanjang beasiswanya selama 3,5 tahun.

“Ada seorang wanita tertarik dengan kemampuan saya, ditawarkan ‘bagaimana kalau beasiswanya di perpanjang?’ saya pikir kenapa tidak, saya datang dari negara jauh sudah sampai sini, mungkin ini memang jalannya,” tambahnya.

Setelah bermain teater untuk drama di Prancis, Jim memutuskan untuk terjun ke dunia film. Karena menurutnya ini kesempatan yang datang kepadanya.

“Saya sebetulnya terima apa yang terjadi dengan diri ini. Saya melanjutkan karena mendapat tawaran kerja dan di Indonesia tidak pernah bermain film, tapi di sana (Prancis) saya dapat tawaran film dan televisi, itu menjadi pengalaman dan ternyata itu lebih menyenangkan dibandingkan pentas sandiwara,” tuturnya.

Peran pertama yang di dapat oleh Jim adalah menjadi orang Nepal. Pada tahun 1980, ia bermain untuk pertama kalinya dalam film Diva.

Jim mengatakan bahwa ia sempat benci melihat dirinya bermain film di layar kaca. “Awal lihat saya main film itu benci, geli. Merasa bahwa itu bukan saya, saya tidak suka.”

loading...

Feeds

Panwas Butuh Bukti dari Duriat dan KPU

Hari pertama musyawarah penyelesaian sengketa bakal pasangan calon independen Dony Mulyana Kurnia dan Yayat Rustandi (Duriat), Panitia Pengawas Pemilu (Pawaslu) …

Aher Yakin Pilkada Jabar 2018 Aman

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), yakin, penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 di Jawa Barat akan terlaksana dengan aman, nyaman, tentram …