19 Minimarket di Kota Cimahi Berhenti Beroperasi, Banyak yang Belum Berizin

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com – Hingga akhir tahun 2017, Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi mendata ada sekitar 126 minimarket yang berdiri di Kota Cimahi. Dari 126, ada 19 yang berhenti beroperasi.

Data tersebut diperoleh dari Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) sebagai SKPD teknis yang menjadi penerbit izin pendirian minimarket.

Kepala Seksi Perdagangan Disdagkoperin Kota Cimahi, Agus Irwan, mengatakan, dari 126 minimarket yang terdata, jumlahnya berkurang menjadi 107 minimarket lantaran sekitar 19 minimarket berhenti beroperasi.‎

Akan tetapi, pihak Disdagkoperin ‎tidak bisa menyebutkan alasan 19 minimarket tersebut berhenti beroperasi.

“Disdagkoperin tidak dalam kapasitas melakukan monitoring berkala terhadap minimarket. Tapi kalau untuk mendirikan minimarket, pengusahanya harus mengantongi rekomendasi dari Disdagkoperin,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah, Senin (15/1).

Di dalam Perda no 8 tahun 2016 tentang perundang-undangan minimarket, dibahas mengenai setiap 1 minimarket diperuntukkan melayani sebanyak 6.000 penduduk. Dengan jumlah penduduk mencapai 600 ribu jiwa, maka untuk Kota Cimahi hanya memerlukan sebanyak 100 minimarket saja.

Agus melanjutkan, dari 107 minimarket, hanya ada 48 minimarket di Kota Cimahi yang telah mengantongi izin, sedangkan sisanya beroperasi tanpa memiliki legalitas.

“Seharusnya antar minimarket itu jaraknya 100 meter. Kalau minimarket dengan pasar 250 meter. Silakan kepada minimarket yang belum berizin untuk mengurus izinnya agar bisa memenuhi kuota minimarket. Sisa 52 kuota lagi untuk minimarket agar bisa beroperasi secara legal,” katanya.

Dalam Perda tersebut dijelaskan jika setiap minimarket diberikan waktu operasional mulai pukul 10.00 hingga 22.00 atau selama 12 jam saja. Namun faktanya, masih ada minimarket yang beroperasi selama 24 jam penuh.

“Sebenarnya waktu buka jam 10.00 pagi itu agar tidak bersaing dengan pasar tradisional. Jadi sampai jam 10 itu biar warung-warung tidak kalah saing,” jelasnya.

Untuk penertiban minimarket, Agus mengaku, pihaknya akan terus berkordinasi dengan SKPD terkait, seperti Dinas Pol PP Kota Cimahi.

Ia juga akan melakukan investigasi mendadak serta akan menindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat.

“Masyarakat bisa melapor kepada Dinas Perdagangan dan akan segera kami tindak lanjuti dengan melapor ke Satpol PP sebagai penegak Perda. Namun setiap pelaporan harus secara tertulis yang disertai bukti-bukti,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds

Panwas Butuh Bukti dari Duriat dan KPU

Hari pertama musyawarah penyelesaian sengketa bakal pasangan calon independen Dony Mulyana Kurnia dan Yayat Rustandi (Duriat), Panitia Pengawas Pemilu (Pawaslu) …

Aher Yakin Pilkada Jabar 2018 Aman

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), yakin, penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 di Jawa Barat akan terlaksana dengan aman, nyaman, tentram …