Wah! 152 Spesies Ikan Terlarang Sudah Masuk dan Berkembang Biak di Indonesia

Wakil Wali Kota‎ Cimahi, Ngatiyana (memakai batik) menyerahkan ikan peliharaannya. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

Wakil Wali Kota‎ Cimahi, Ngatiyana (memakai batik) menyerahkan ikan peliharaannya. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

“Kita akan segera petakan wilayah mana saja yang rawan peredaran ikan-ikan tersebut. Akan diawasi juga para importirnya,” ucapnya.

Mengetahui ikan yang dipeliharanya termasuk dalam kategori berbahaya dan invasive, salah seorang pimilik ikan di Cimahi, menyerahkan langsung ke Kantor BKIPM Bandung Jawa Barat untuk, dijadikan sebagai bahan edukasi ke masyarakat. Pemilik ikan tersebut tak lain, adalah Wakil Walikota Cimahi, Ngatiyana.

“Sebagai warga negara Indonesia, tentu saya sangat mendukung peraturan Pemerintah. Makanya saya serahkan ikan-ikan saya ke BKIPM,” kata Ngatiyana, usai menyerahkan ikannya di Kantor BKIPM, Jumat (12/1).

Dalam kesempatan itu, Ngatiyana menyerahkan koleksi ikan berbahaya dan invasive miliknya sebanyak 21 ekor. 7 ekor ikan aligator, 7 ekor ikan piranha, dan 7 ekor ikan sapu-sapu.

Diakuinya, sudah sejak setahun lalu ia memiliki beberapa jenis ekor ikan yang dianggap berbahaya tersebut.

“Dulu saya belum tahu ikannya terlarang. Karena saya hobi pelihara ikan, saya coba ngurus ikan-ikan itu. Alhamdulilah sekarang sudah saya serahkan kepada pihak yang berwenang,” tuturnya.

Untuk kedapannya, ia berharap, pihak terkait lebih gencar lagi dalam memberikan pemahaman mengenai ikan kepada masyarakat khususnya di Cimahi.

“Sosialisasinya ditingkatkan lagi. Jangan sampai suatu hal yang salah masih ada dimasyarakat,” pungkasnya.

(gat)

 

loading...

Feeds