Wah! 152 Spesies Ikan Terlarang Sudah Masuk dan Berkembang Biak di Indonesia

Wakil Wali Kota‎ Cimahi, Ngatiyana (memakai batik) menyerahkan ikan peliharaannya. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

Wakil Wali Kota‎ Cimahi, Ngatiyana (memakai batik) menyerahkan ikan peliharaannya. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com – Sebanyak 152 spesies ikan terlarang sudah masuk ke Indonesia. Ikan terlarang itu masuk dalam kategori berbahaya dan invasive. Rata-rata ikan tersebut banyak dijadikan ikan hias oleh komunitas atau hobi.

Ada pun jenis ikan Ita di antaranya Lohan, Arapaima, Arwana, Alligator, Piranha, dan ikan Sapu-sapu.

Pelarangan memelihara jenis ikan berbahaya itu, tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 tahun 2014 tentang jenis ikan tertentu yang berasal dari, luar wilayah Negara Republik Indonesia yang dapat merugikan dan atau membahayakan kelestarian sumber daya ikan, lingkungan, dan manusia.

Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bandung, Jawa Barat, Dedy Arief Hendriyanto, mengatakan, tersebarnya ikan terlarang itu dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sehingga, sampai saat ini ikan-ikan tersebut sudah berkembang biak di Indonesia.

“Dari beberapa jenis ikan yang masuk kategori berbahaya itu, banyak dijumpai masyarakat. Salah satunya ikan sapu-sapu,” kata Dedy, dikantor BKIPM, Jalan Ciawitali Kota Cimahi, Jumat (12/1).

Sebagai upaya menekan peredaran ikan terlarang di wilayah hukum kerjanya (Jawa Barat) lanjut dia, pihaknya memastikan akan turun ke lapangan untuk mengawasi peredaran ikan impor tersebut.

“Langkah awal kita sosialisasikan dulu ke masyarakat. Supaya tahu, ada ikan yang dilarang masuk ke Indonesia termasuk Kota Cimahi,” tuturnya.

Dalam pengawasan peredaran ikan di wilayah hukum kerjanya, lanjut dia, BKIPM sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Polda Jawa Barat dan seluruh Polres di daerah.

loading...

Feeds

BPJS Kesehatan Polisikan Pengkritik

Polemik defisitnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, lembaga yang dipimpin Fachmi Idris melaporkan dua akun pengkritik ke Bareskrim, Selasa …