Pedagang Alun-alun Cicendo Ngak Mau Disebut PKL, Sebab….

Pedagang di alun-alun Cicendo. Foto: Mur

Pedagang di alun-alun Cicendo. Foto: Mur

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Tidak ingin disebut PKL, pedagang di sekitar Alun-alun Cicendo, kini menempati kios di dalam Alun-alun.‎‎

“Mereka sekarang sudah tidak mau dipanggil PKL, maunya dipanggil pedagang jongko karena masing-masing sudah memiliki kios,” ujar Camat Cicendo Fajar Kurniawan saat dihubungi melalui telepon, Kamis (11/1).

Menurut Fajar, jumpah pedagang tersebut sebanyak 69. Mereka kini telah memiliki kios untuk berjualan.

Awalnya, mereka membangun bedeng-bedeng untuk berjualan di sekitar alun-alun. Pada saat pembangunan alun-alun, mereka dipindahkan sementara ke badan jalan agar tidak mengganggu konstruksi.

Setelah pembangunan rampung dan diresmikan pada malam tahun baru 2018 lalu oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, para PKL pun kembali boleh berjualan di alun-alun dengan tempat yang sudah ditata jauh lebih baik.

Fajar mengungkapkan, para pedagang menyambut baik segala proses penataan. Mulai dari pembongkaran kios hingga pemindahan ke lokasi baru berjalan sangat lancar dan bisa berlangsung dalam waktu 3 jam saja.

“Ini mungkin penertiban tersingkat yang pernah ada. Dari mulai membongkar sampai memindahkan, sampai bersih tidak ada sampah-sampah,” jelas Fajar.

Kendati begitu, Fajar mengungkapkan, ada proses sebelumnya jauh lebih rumit dari pada itu. Komunikasi yang dilakukan oleh kecamatan kepada para PKL memakan waktu hampir 3 bulan. Mereka bermusyawarah dengan para tokoh masyarakat hingga akhirnya para PKL tersebut bersedia mengikuti program pemerintah.

loading...

Feeds