Ketika Dua Istri Gubernur Ngobrol Berbagi Kiat Memimpin Organisasi

Netty Prasetiyani Heryawan saat berbincang dengan istri Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Fery Farhati Anies Baswedan

Netty Prasetiyani Heryawan saat berbincang dengan istri Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Fery Farhati Anies Baswedan

“Hari ini saya merasa beruntung, seharusnya saya yang datang ke Bandung mengunjungi Ibu Netty. Ini malah Saya yang dikunjungi,” ucap Fery.

Feri mengaku, dirinya masih meraba-raba dalam berorganisasi. “Saya membutuhkan tips-tips dan kiat untuk mengoptimalkan peran saya. Apalagi saya tahu Ibu Netty sangat aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penanganan kekerasan, dan penjemputan korban trafficking. Ini momen yang sangat penting karena saya bisa berbagi pengalaman dengan Bu Netty,” sambungnya.

Menyikapi cara Netty tentang berorganisasi tersebut, Fery mengaku kagum. Ia merasa sangat terinspirasi untuk lebih berani mengarahkan anggotanya guna mensukseskan program kerja organisasi. Dalam dialog tersebut, Netty juga menambahkan pentingnya program yang bersifat terobosan yang mampu memberi solusi bagi permasalahan, dan jangan lupa untuk membangun jaringan kerja yang solid dan kokoh dengan berbagai komponen masyarakat.

“Alhamdulillah, terimakasih Ibu Netty, sangat menginspirasi. Selama ini saya begitu terkungkung oleh program yang sudah ada dan pengurus sebelumnya. Dari cerita Ibu Netty saya harus berani mengarahkan dan bisa menggerakkan program kerja yang saya maksud. Termasuk saran Beliau untuk membentuk tim kajian yang akan memberikan masukan tentang ketahanan keluarga, pengasuhan, pencegahan kekerasan, dan perlindungan anak, serta perhatian kepada lansia dan penyandang masalah kesejahteraan sosial,” sahutnya.

Dalam dialog, nampak juga hadir sebagai peserta audiensi adalah Ketua Umum Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) lbu Dwi Septiawati, jajaran pengurus Bidang Perempuan PKS yang dulu menjadi partai pengusung Anies-Sandi, dan Ustadzah Athifah Hasan, Lc beserta rombongan.

“Insya Allah sambil berjalan Saya akan belajar melihat situasi. Kuncinya, yang saya garisbawahi dari Bu Netty adalah kita harus mengisi celah yang tidak tertangani oleh Pak Gubernur melalui peran dan kewenangan yang diberikan. Ke depan saya juga akan lebih memerhatikan kaum perempuan, lanjut usia (lansia), dan anak,” tutup Fery.

Di akhir pertemuan, Netty memberikan buku tentang kiprah P2TP2A Jawa Barat “Perjuangan Melawan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak” serta sejumlah produk unggulan Jawa Barat sebagai cenderamata berupa tas bordir Tasikmalaya, kain tenun bulu Garut, dan kotak kayu kartu nama kepada Fery.

Sebagai balasan, istri Gubernur DKI ini juga memberikan dompet kain motif batik dan tatakan gelas. Pertukaran cenderamata ini mengakhiri pertemuan sekaligus menjadi awal kerjasama antara dua istri gubernur provinsi yang bertetangga, DKI Jakarta dan Jawa Barat.

(mun)

loading...

Feeds