Ketika Dua Istri Gubernur Ngobrol Berbagi Kiat Memimpin Organisasi

Netty Prasetiyani Heryawan saat berbincang dengan istri Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Fery Farhati Anies Baswedan

Netty Prasetiyani Heryawan saat berbincang dengan istri Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Fery Farhati Anies Baswedan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – “Menjadi pemimpin organisasi memang tidak mudah,”. Kalimat itu meluncur dari mulut Netty Prasetiyani Heryawan saat berbincang dengan istri Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Fery Farhati Anies Baswedan di Rumah Dinas Gubernur DKI Jalan Taman Suropati 75, Jakarta Pusat, Kamis (01/01) lalu.

Saat itu Netty menemui Fery untuk berbagi kiat berorganisasi ataupun menjalankan tugas-tugas lainnya sebagai istri gubernur. Maklum saja, Netty sudah sepuluh (10) tahun atau dua periode mendampingi Ahmad Heryawan membangun Jawa Barat.

Kunjungan Netty yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat itu menjadi penyemangat bagi Fery Anies Bawedan yang baru seumur jagung bertugas sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI.

Keduanya sebagai istri gubernur memang bukan hanya ex officio menjadi Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), namun juga menjadi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi, serta beberapa posisi atau jabatan sosial, seperti Bunda Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD), penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan lain-lain.

Suasana audiensi terjalin begitu hangat, Netty membandingkan kondisi kepemimpinan di Jawa Barat dengan di DKI saat ini.

“Kalau dibilang situasi saat ini sedang terbalik, Saya sedang ‘beres-beres’ bersiap untuk ‘meninggalkan’ Jawa Barat, sedangkan Ibu Fery ‘beres-beres’ untuk mulai mengenal DKI,” kata Netty dibalas dengan tawa peserta audiensi.

Pertemuan itu menjadi ajang bagi kedua istri gubernur yang bertetangga ini untuk saling mencurahkan isi hatinya tentang suka duka menjadi Istri Kepala Daerah.

“Tantangan yang saya hadapi sewaktu awal menjadi Ketua PKK adalah bagaimana memetakan sumber daya manusia yang ada agar dapat bekerjasama dan menyukseskan program saya. Demikian juga di Dekranasda. Saya butuh orang-orang yang bersemangat, berenergi, dan sekaligus berwawasan terbuka. Oleh karena itu, saya mengubah komposisi kepengurusan. Kita harus berani mengorbankan sesuatu demi program kerja yang lebih baik lagi. Ya risikonya mungkin ada yang nggak suka sama saya,” ujar Netty menyampaikan kiat-kiatnya berorganisasi.

Menurut Netty, ketika menjadi istri kepala daerah semua mata tertuju padanya. “Ini adalah pertaruhan karena masa jabatan suami hanya lima tahun, paling banter dua periode, sepuluh tahun. Jadi, komitmen saya adalah bagaimana menciptakan perubahan. Saya ingin meninggalkan kesan yang baik bagi masyarakat ketika nanti saya meninggalkan organisasi dan Jawa Barat,” tambahnya.

Fery sangat antusias mendengarkan cerita Netty. Bahkan ia beranggapan bahwa Netty pantas menjadi contoh karena sudah terbukti dengan berbagai prestasi dan penghargaan yang telah diraih. Netty pun berbagi pengalaman dan menjelaskan bagaimana ia memformulasikan program kerja di organisasi yang dipimpinnya.

loading...

Feeds

BPJS Kesehatan Polisikan Pengkritik

Polemik defisitnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, lembaga yang dipimpin Fachmi Idris melaporkan dua akun pengkritik ke Bareskrim, Selasa …