Aceng Fikri : Dorong Pemprov Jabar Segera Realisasikan Double Track di Cimahi

Ketua DPD Hanura Aceng Fikri. Foto: Atep Kurniawan/pojokbandung.com

Ketua DPD Hanura Aceng Fikri. Foto: Atep Kurniawan/pojokbandung.com

POJOKBANDUNG.com – Permasalahan tranpsortasi di daerah perkotaan tentunya tidak terlepas dari kemacetan lalu lintas. Seperti halnya di Kota Cimahi, kemacetan arus lalu lintas di wilayah Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan saat ini kian memprihatinkan.

Untuk mengatasi kemacetan di wilayah tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi membutuhkan Double Track sebagai jalur penghubung antara, Kota Cimahi dengan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Namun, untuk membangun jembatan tambahan itu perlu bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memiliki kewenangan.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Aceng Fikri, mengatakan, kemacetan arus lalu lintas yang menjadi penyebab kemacetan di sekitaran Leuwigajah karena, terbatasnya lebar jembatan dan karakter jembatannya yang menyempit. Ditambah volume kendaraan yang terus meningkat.

“Kalau melihat kondisi dilapangan, memang di wilayah Leuwigajah sudah diperlukan pembangunan jembatan tambahan. Agar arus lalu lintas lancar,” kata Aceng, saat melakukan kunjungan kerja ke Cimahi, baru-baru ini.

Dalam hal ini, pihaknya akan mendorong kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, agar segera melakukan kajian dan pelaksanaan fisik pembangunan Double Track di Leuwigajah.

“Tentu akan kita upayakan secepatnya. Karena macet di Leuwigajah sudah krodit,” ucapnya.

Menurutnya, kendala yang menghambat pelaksanaan pembangunan Double Track Leuwigajah karena, adanya program dan kegiatan lain yang sifatnya lebih prioritas di APBD Provinsi Jawa Barat.

“Sehingga anggaran untuk Double Track menjadi terpangkas,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi, Chanifah Listiyarini, membenarkan, belum terealisasinya pembangunan double track di Leuwigajah karena, ada pemangkasan anggaran dari Pemprov Jabar.

“Alasannya, pengajuan pertama gagal karena anggarannya dialihkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, pengajuan selanjutnya juga dibatalkan lagi karena anggarannya dialihkan untuk tata kelola SMA/SMK,” terangnya.

Pada tahun 2018 ini, lanjut dia, pihaknya sudah membuat shopping list yang akan diajukan ke provinsi mengenai, kebutuhan apa saja yang harus disediakan di Cimahi.

“Salah satunya kebutuhan mendesak jembatan Leuwigajah itu,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds