Polisi Ringkus Komplotan Maling yang Biasa Beraksi di SPBU dan Minimarket

Tiga orang komplotan kriminal bersenjata tajam (samurai) berhasil diamankan Satreskrim Polrestabes Bandung, Senin (8/1). Ketiga pelaku kerap menebar teror disejumlah minimarket atau SPBU.

Tiga orang komplotan kriminal bersenjata tajam (samurai) berhasil diamankan Satreskrim Polrestabes Bandung, Senin (8/1). Ketiga pelaku kerap menebar teror disejumlah minimarket atau SPBU.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Tiga orang komplotan kriminal bersenjata tajam (samurai) berhasil diamankan Satreskrim Polrestabes Bandung, Senin (8/1). Ketiga pelaku kerap menebar teror disejumlah minimarket atau SPBU.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo mengatakan, penangkapan komplotan kriminal itu berdasarkan rekaman CCTV di berbagai lokasi.

Mereka melakukan aksi kriminal secara berurutan sejak Senin 1 Januari hingga 8 Januari 2018.

“Setiap hari mereka beraksi,” ucap Hendro di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Selasa (9/1).

Komplotan begal bersenjata samurai itu adalah Jimmy Untung (22), Iman Budiman (24) dan Amin Solihin (23). Ketiga pelaku beraksi disejumlah area vital. Mereka menebar teror di SPBU atau minimarket yang buka 24 jam.

“Kurang lebih ada delapan TKP. Mereka tak segan melakukan kekerasan saat menjalankan aksinya,” terangnya.

Hendro menyebut, berdasarkan hasil pengembangan dan penyelidikan ada enam tersangka. Saat ini, pihak kepolisian masih memburu tiga tersangka lainnya.

“Mereka satu komplotan,” imbuhnya.

Sedangkan tiga tersangka yang berhasil diamankan harus merasakan timah panas polisi karena melakukan perlawanan ketika Personel Satreskrim Polrestabes Bandung melakukan penangkapan.

“Mereka sempat melawan, akhirnya kami lakukan tindakan tegas,” terangnya.

Hendro berujar, berdasarkan penyelidikan dari komplotan begal ini, pelaku berkasi secara berurutan. Bahkan, para pelaku pernah merampok di minimarket yang sama dengan waktu berbeda.

“Mereka pernah merampok minimarket satu kali, selang tiga hari kemudian mereka kembali merampok lagi,” ungkapnya.

Hendro menyebut, meskipun komplotan ini kerap membawa senjata dalam sejumlah aksinya namun sejauh ini belum ada laporan ihwal jatuhnya korban.

“Berdasakan penyelidikan samurai yang dibawa pelaku hanya untuk mengancam,” terangnya.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijeratan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman penjara seumur hidup.

“Kami mengamankan barang bukti berupa 4 unit sepeda motor, satu ponsel, uang tunai Rp 1,8 juta dan dua buah samurai,” pungkasnya.

(nda)

 

loading...

Feeds