Wahh… Video Porno Bandung Ternyata Pesanan dari Rusia dan Kanada

Ilustrasi video porno (JawaPos.com)

Ilustrasi video porno (JawaPos.com)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Polda Jabar berhasil mengungkap para pelaku video porno yang melibatkan anak di bawah umur. Menurut tersangka, video dipesan  orang Rusia dan Kanada.

Dalang pembuatan video ialah pria berinisial MFA (30). Menurut pengakuan istri MFA, suaminya terkesan autis atau penyendiri. MFA juga sering asyik dengan gadgetnya.

Dari keterangan istri pula, MFA membuat video porno berdasarkan pesanan dua warga asing berinisial R dari Rusia dan N dari Kanada.  MFA mendapat biaya Rp 31 juta untuk membuat video bejat tersebut.

Polisi menduga, uang menjadi motif pembuatan video pedofil tersebut.

Ada pun motifnya membuat video porno hanya untuk alasan ekonomi. Ia mendapat uang dari dua warga negara asing itu sebesar Rp 31 juta.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, pihaknya meringkus para pelaku lain selain MFA. Semuanya ada enam yang ditetapkan tersangka, yakniMFA, SM alias Cici (36) yang berperan sebagai perekrut perempuan, Ap alias Intan (28) perekrut anak sekaligus pemeran wanita dalam video, IO alias Imel (27) perekrut anak dan pemeran wanita dalam video.

“Satu lagi bernama Is statusnya DPO berperan sebagai perantara,” kata Kapolda Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno – Hatta, Senin (8/1) kemarin.

Pelaku lainnya ialah S (45) dan H (40) yang merupakan ibu dari korban Dn (7) dan Rd(9). Keduanya jadi tersangka karena membiarkan anak-anaknya jadi korban pembuatan video.

Bahkan saat proses pembuatan video porno, orang tua korban justru yang memaksa anaknya yang sebenarnya sudah menolak.

Proses pembuatan video terjadi antara April – Agustus 2017.

“Saat perekaman video, S hadir menyaksikan anaknya beradegan mesum dengan diarahkan oleh MFA. Ap mendapat imbalan Rp 1 juta, Dn mendapat Rp 300 ribu dan Sp sebesar Rp 100 ribu,” beber Agung.

Mengenai keterangan bahwa MFA autis, Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jabar, Kombes Pol Umar Surya Fana, mengatakan keterangan tersebut didapat dari istri sang dalang.

“Istrinya mengatakan suaminya tidak punya teman, suka menyendiri dan sibuk serta asyik sendiri dengan gadget yang dimiliki. Kalaupun diajak ngobrol keluarga, MFA juga kerap tidak nyambung dalam obrolan,” ujar Umar.

Bahkan, karena kondisi tersebut, istrinya akhirnya pisah rumah dan tinggal di Kecamatan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat dan MFA tinggal sendiri di kontrakannya di Kecamatan Rajamandala Kabupaten Bandung Barat.

“MFA tinggal menyendiri di kontrakannya. Dilihat dari handphone milik Faisal, di sana juga banyak ditemukan video porno. Keterangan istrinya, Faisal tidak memiliki kelainan seksual,” bebernya.

Meski begitu, hari ini MFA mendapat pemeriksaan psikologis dari penyidik untuk membuktikan kondisi kejiwaannya.

“Hari ini dites psikologi, apakah memiliki gangguan jiwa atau tidak. Tes psikologi secara keseluruhan, termasuk tes untuk memastikan Faisal menderita autis atau tidak,” tuturnya.

Selain menghadirkan keenam tersangka, Polda Jabar juga menggelar sejumlah barang bukti berupa meja bulat, kursi, bed cover, bantal, tirai, lukisan abstrak, seprai dan barang bukti lainnya dari dua hotel yang dijadikan tempat pembuatan video porno tersebut.

(nda)

loading...

Feeds

Ini Pemain yang Siap Jadi Sayap Persib

Okto pun mengaku ada perwakilan Persib yang menghubungi dirinya untuk mengikuti seleksi. Dirinya diminta segera unjuk kemampuan dalam sesi latihan …

Telkomsel Umumkan 10 Peserta Terbaik IndonesiaNEXT

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Telkomsel mengumumkan 10 mahasiswa peserta terbaik IndonesiaNEXT 2017. Mereka adalah Alexander Tianara, Angela Belinda Cecilia, Aulia Dewi, Azmil Ihsan, …