Pintu Masuk ke Pasar Atas Barokah Cuma Satu, Pembeli Menurun

Kondisi pembangunan Pasar Atas Barokah yang mangkrak di Jalan Djulaeha Karmita, Kota Cimahi. (Riana Setiawan)

Kondisi pembangunan Pasar Atas Barokah yang mangkrak di Jalan Djulaeha Karmita, Kota Cimahi. (Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com – Minimnya jumlah pintu masuk dinilai menjadi penyebab menurunnya jumlah pengunjung ke Pasar Atas Barokah, Kota Cimahi.

Pasar yang terletak di Jalan Kolonel Masturi itu, hanya memiliki satu pintu masuk dan 3 lantai dengan jumlah kios kurang lebih 400.

Untuk dapat masuk ke dalam pasar, pengunjung semuanya masuk melalui pintu utama, bahkan untuk keluar pun masih satu pintu dengan pengunjung yang hendak masuk ke dalam.

Sesepuh pedagang Pasar Atas, Nana (56), mengatakan, dengan mininmnya akses masuk ke dalam pasar, pengunjung tidak akan berkeliling ke seluruh kios yang ada di dalam pasar. Sehingga, berpengaruh terhadap penghasilan sejumlah pedagang.

“Kalau banyak pintu masuknya, saya yakin pengunjung bisa masuk lewat mana saja dan bisa melihat ada kios apa saja di dalam pasar,” ujarnya.

Diakuinya, semenjak lapaknya pindah ke lantai dua akibat kebakaran tiga tahun lalu, yang berbelanja ke kiosnya hanya pelanggan yang sudah langganan saja. Bahkan, tidak semua konsumen langgananannya datang.

“Katanya cape kalau mau naik ke atas, harus naik turun tangga,” tuturnya.

Kerap gagalnya rencana Pemerintah untuk pembangunan pasar, membuat sejumlah pedagang pun merasa kecewa sebab, berpengaruh juga terhadap penghasilan para pedagang.

Saat ini, pedagang yang berada lantai dua, merupakan korban terbakarnya ratusan kios di pasar tersebut. Sebelumnya, mereka berjualan di lantai satu yang mana banyak akses untuk masuk ke dalam pasar.

Kendati demikian, para pedagang tetap bersabar menunggu upaya dari Pemerintah untuk membangun kembali pasar tersebut.

“Saya harap, ditahun 2018 ini rencana pemerintah bisa direalisasikan. Sehingga pedagang bisa kembali normal seperti dulu,” ucapnya.

Mewakili pedagang, ia meminta pemerintah tetap menempatkan pedagang yang dulu jualan di lantai satu agar tidak ditempatkan lagi dilantai dua.

“Kami bukan pedagang baru. Rata-rata lebih dari 10 tahun kami jualan disini (pasar atas). Sehingga kami tetap ingin berada di lantai satu,” tuturnya.

Para pedagang juga menginginkan harga kios yang disediakan Pemerintah harganya tidak terlalu mahal. Kemudian, untuk status bangunan yang nanti akan ditempati, lanjut dia statusnya belum pasti apa, apakah hak guna pakai atau sewa.

“Kalau pedagang siap aja apakah hak guna pakai atau sewa asalkan masuk akal dan murah,” terangnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi, Tata Wikanta mengatakan, untuk pembangunan Pasar Atas sudah menjadi agenda khusus Walikota Cimahi. Apalagi pembangunan pasar merupakan permintaan dari masyarakat.

“Pak Ajay (walikota) meminta, agar pembangunan pasar atas rampung di tahun 2018. Ini sudah menjadi fokus kerja,” katanya.

Sementara itu, dalam pembangunan nanti, untuk zonasi akan dibagi menjadi dua bagian yakni, basahan dan keringan. Untuk basahan seperti, ikan, daging dan sayuran berada di lantai satu. Keringan seperti, baju, perabotan dapur dan lainnya dilantai dua.

(gat)

loading...

Feeds