Di-PHK Sepihak, Buruh Geruduk PT Mewah Niagajaya di Cimahi

Demo buruh di Cimahi. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

Demo buruh di Cimahi. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com – Pemecatan karyawan yang dilakukan oleh PT Mewah Niagajaya diprotes warga. Pasalnya, perusahaan tersebut dianggap telah melakukan tindakan pemecatan sepihak dengan memutus kontrak kerja secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan atau pun perjanjian sebelumnya.

Tidak terima dengan cara perusahaan yang seenaknya memutus kontrak kerja, puluhan pekerja yang rata-rata merupakan warga Cimahi tersebut, melakukan unjuk rasa puluhan di depan PT Mewah Niagajaya, Jalan Joyo Dikoromo, RT 09/07 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Selasa (2/1/2017).

Salah seorang karyawan yang menjadi korban pemutusan kontrak kerja, Rini Kusrini (28) mengatakan, jika benar perusahaan ingin memutus kontrak, maka harus membayar pesangon sesuai dengan dedikasi bekerja para karyawan.

“Saya rasa pihak perusahaan tidak menjalankan sistemnya dengan benar. Sehingga seenaknya maen pecat karyawan tanpa memikirkan kedepannya,” ujar Rini yang mengaku sudah 11 tahun bekerja di perusahaan tersebut.

Menurutnya, dengan lamanya ia bekerja (11 tahun), seharusnya sudah ada pengangkatan karyawan tetap. Namun, hingga saat ini statusnya masih tetap pekerja kontrak.

“Boro-boro diangkat, malah dipecat,” ucapnya.

Pekerja lainnya, Adang, mengatakan, para karyawan yang kontrak kerjanya diputus secara mendadak ini, sebelumnya dipaksa oleh pihak perusahaan agar mau menandatangani surat, yang berisi pemutusan kotrak kerja.

“Kami dipaksa untuk menandatangani kesepakatan kontrak dengan pihak perusahaan. Katanya, yang tanda tangan akan diberikan gaji, sementara yang tidak, gajinya ditahan pihak perusahaan,” ungkapnya.

Ia pun membeberkan masalah yang dirasakan oleh sejumlah karyawan terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang hingga saat ini belum sepeserpun diterima karyawan.

Untuk total THR yang belum dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawannya, kata dia, mencapai Rp 200 juta. Oleh karena itu, karyawan pun memberanikan diri melakukan protes kepada perusahaan demi mendapatkan hak-haknya.

“Ini jelas tidak adil dan tidak manusiawi. Intinya, masalah ini harus segera diselesaikan,” pungkasnya.

Sementara itu, meski terjadi masalah yang mengganggu kelangsungan hidup masyarakat dalam hal pekerjaan, Pemerintah Kota Cimahi belum bisa berbuat banyak.

Pihak terkait pun hanya bisa memberikan sebuah informasi yang menyatakan, kondisi perusahaan tersebut saat ini sedang mengalami kesulitan.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Dinas Ketenagakerjaan Kota Cimahi Asep Herman mengatakan, informasi sementara ini PT Mewah Niagajaya tengah mengalami kesulitan dalam perihal keuangan. Sehingga, kemungkinan besar menjadi pengaruh.

“Kondisinya jadi tidak stabil,” singkatnya.

(gat)

loading...

Feeds