Chemistry Antara Maman Imanulhaq dan Ridwan Kamil Bisa Rusak

(Kiri) Ridwan Kamil dan (kanan) Maman Imanulhaq

(Kiri) Ridwan Kamil dan (kanan) Maman Imanulhaq

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Hubungan Maman Imanulhaq dan Ridwan Kamil bisa merenggang. Penyebabnya adalah pernyataan Maman yang akan hengkang menjadi pendukung Ridwan Kamil.
Hal itu disampaikan Pakar politik dan pemerintahan Unpad, Firman Manan saat dihubungi, Kamis (21/12).
Firman mengkritisi etika berpolitik Maman Imanulhaq, politisi PKB. Sebab, di tengah keikutsertaannya dalam kontestasi pemilihan calon wakil gubernur Jawa Barat yang akan dipasangkan dengan Ridwan Kamil, anggota Fraksi PKB DPR RI itu justru ingin mengajak mengubah arah koalisi partainya.
Seperti diketahui, PKB bersama PPP dan Nasdem berkoalisi dengan mengusung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur.
“Pernyataan Maman yang akan menarik PKB dari koalisi pengusung Ridwan Kamil sangat kontraproduktif. Pertama, pernyataan ini tidak akan membangun kecocokan (chemistry) di antara Maman dan Ridwan Kamil,” katanya.
Padahal, adanya political chemistry di pasangan calon sangat penting. Secara psikologis, hal itu akan mengganggu Ridwan Kamil.
Sikap Maman tersebut akan membingungkan publik yang cukup penasaran menanti akhir drama politik ini. Masyarakat dirugikan karena memiliki waktu yang semakin sedikit dalam mencari informasi tentang calon pemimpin yang akan dipilihnya.
“Bukan hanya partai dan kandidat, tapi merugikan publik. Semakin lama, masyarakat semakin sedikit mencari tahu informasi kandidatnya,” kata dia.
Namun, kritisi pun disampaikan kepada Ridwan Kamil yang tak kunjung berkomunikasi dengan petinggi masing-masing partai untuk mengakhiri polemik.
“Kalau di tingkat daerah tidak selesai, ditarik ke tingkat pusat. Melihat pengalaman, apapun (dinamika) di daerah, akan selesai di tingkat pusat,” tandasnya.
Dari berbagai informasi yang dihimpun, Maman berencana keluar dari koalisi pendukung bakal calon gubernur Ridwan Kamil. Alasannya, Ridwan Kamil tidak kunjung menetapkan calon wakil, sementara waktu makin mendesak.
Anggota Dewan Syuro DPP PKB ini pun menilai rencana itu sekaligus menjajal komunikasi dengan Partai Golkar.

(bbb)

loading...

Feeds