Komisi I Minta Pemprov Jabar Lebih Serius Mengawal Pembangunan Desa

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Syahrir

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Syahrir

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat meminta pemerintah lebih serius lagi mengarahkan seluruh pemerintahan desa di Jawa Barat dalam pengelolaan keuangan maupun administrasi desa.

Ketua Komisi I, Syahrir mengatakan, dorongan itu harus dilakukan mengingat desa sebagai garda terdepan dalam pelayanan terhadap masyarakat. Maka pemerintah harus mampu memotivasi seluruh desa untuk berkompetisi secara sehat.

“Meski desa sebagai lingkup pemerintahan terkecil dalam tatanan kepemerintahan, tetapi desa merupakan garda terdepan dalam melayani segala kebutuhan masyarakat,” kata Syahrir, di Bandung, Jumat (15/12/2017).

Komisinya pun, sebagai mitra kerja dari perangkat desa, lanjut dia, akan meningkatkan koordinasi dengan Pemprov Jabar agar lebih serius lagi dalam memotivasi pemerintahan desa, seperti kegiatan Jambore Desa (Jade) 2017 yang berlangsung di Desa Pasirsari Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, awal pekan ini.

Baca Juga:

DPRD Jabar Usulkan Penataan Aset Pemprov Jabar

Atasi Pornografi yang Semakin Marak, DPRD Jabar Dukung Pembahasan Raperda

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi agar pelaksanaan jambore ini lebih optimal. Tentu harus kita dorong kepada pihak terkait untuk mendukung Jade ini agar lebih maksimal,” katanya.

Seperti diketahui, Pemprov Jabar berhasil menghadirkan sekitar 6.000 desa dalam gelaran Jambore Desa 2017.

Bahkan perhelatan itu merupakan yang pertama dan terbesar di Indonesia. Kabupaten Bekasi ditetapkan menjadi tuan rumah Jade 2017 karena salah satu desanya, Pasirsari, masuk dalam lima besar desa terbaik se-Indonesia.

Baca Juga:

DPRD Jabar Akan Rekomendasikan Kepentingan Buruh kepada Gubernur Jawa Barat

DPRD Jabar Siap Sahkan Raperda Kesehatan Jiwa

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar hadir membuka hajatan tersebut, didampingi Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin. Deddy Mizwar menekankan kegiatan itu patut diapresiasi.

Tercatat, sebanyak 5.312 kepala desa, termasuk 645 lurah dan 250 tenaga pendamping desa hadir dengan antusias dalam Jade 2017 ini. Jade 2017 diselenggarakan sebagai salah satu upaya pembinaan penyelenggaraan pemerintahan desa di Jawa Barat dalam pengelolaan keuangan desa, sekaligus mendorong pembangunan dari daerah.

“Desa harus menjadi pengharapan kemajuan masyarakat, dan Jade ini adalah jembatannya. Desa menjadi ujung tombak utama pembangunan,” ungkap Deddy.

(atp/pojokbandung)

loading...

Feeds

Ini 10 Peserta Terbaik IndonesiaNEXT

  POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Telkomsel mengumumkan 10 peserta terbaik IndonesiaNEXT 2017 yang terpilih menjadi peserta terbaik nasional setelah melalui berbagai tahapan …

Duh! Cimahi Kekurangan Guru

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, secara keseluruhan tenaga pengajar di tingkat Sekolah Dasar (SD) yang berstatus PNS …