Kapolda Jabar Buka Event Karate Internasional di Bandung

Pembukaan Indonesia Karate Shoto Open Tournament And Seminar 2017 di Sabuga Bandung. Foto: Mur

Pembukaan Indonesia Karate Shoto Open Tournament And Seminar 2017 di Sabuga Bandung. Foto: Mur

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Indonesia Open Tournamen and Seminar 2017 dibuka Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Mayoto diampingi Ketua Umum PB Inkanas, Badrodin Haiti.

Acara yang digelar tiga hari itu diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Jalan Tamansari, Bandung.‎

“Ini merupakan batu loncatan untuk menjaring atlet menjelang ajang internasional Seagames 2018 dan Olimpiade 2020,” ujar Agung Budi Mayoto, Sabtu (16/12/2017).

Sementara itu, Ketua Umum PB Inkanas Badrodin Haiti mengatakan, ‎event tersebut merupakan yang kedua dilaksanakan. Tahun lalu, Inkanas ikut kejuaran di Hanoy, Vietnam, dan berhasil menjadi juara kedua.

“Kami ‎ bertekad, untuk berkontribusi dalam memajukan karate di Indonesia,” tambah mantan Kapolri tersebut.

Acar tersebut digelar untuk menguji kemampuan para atlet agar bisa meraih prestasi ke tingkat lebih tinggi.

“Kami memang mencari atlet-atlet berbakat dan punya potensi berprestasi,” tambahnya.‎

Acara ini dilengkapi dengan seminar yang akan mempelajari teknik-teknik karate.‎‎ Seminar akan bermanfaat dalam memperbaiki teknik karate.

Badrodin, memaparkan, untuk regenerasi dan pembinaan dilakukan secara bertahap. Bukan hanya pembinaan tingkat asia dan dunia tetapi kejuaraan tingkat daerah nasional, seperti piala Kalpolri, Menpora dan lainnya.

“Semua itu dilakukan untuk mengasah kemampuan para atlet,” tegasnya. ‎

Badrodin mengatakan, pihaknya mentargetkan gelar juara pada turnamen kali ini.

“Inkanas peserta terbanyak dan ingin meraih juara umum, itu yang kami harapkan. Dulu juara umum Jepang dan Inkanas kedua,” katanya.

Manager Tim inkanas Indonesia, Ellong Tjandra mengatakan, pada kejuaraan ini pihaknya menurunkan 199 orang atlet untuk terjun di berbagai kelas.

“Ini kami lakukan agar target juara bisa tercapai,” katanya.

Menurut Ellong, dari seluruh peserta yang tampil, peserta dari Jepang masih menjadi lawan terberat Indonesia. Sedangkan kemampuan peserta dari negara lain, dinilai masih merata.

“Indonesia sendiri menurunkan semua nomor kejuaraan. Setidaknya dari 70 nomor yang dipertandingkan, setiap nomornya Indonesia menurunkan empat orang atlet,” pungkasnya.

(mur)

loading...

Feeds

Ini Pemain yang Siap Jadi Sayap Persib

Okto pun mengaku ada perwakilan Persib yang menghubungi dirinya untuk mengikuti seleksi. Dirinya diminta segera unjuk kemampuan dalam sesi latihan …