Cari Penimbunan, Satgas Pangan Polres Cimahi Sidak Pasar Tradisional

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara bersama rombongan Satgas Pangan, saat memeriksa ketersedian barang. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara bersama rombongan Satgas Pangan, saat memeriksa ketersedian barang. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com – Satgas pangan Polres Cimahi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional. Sidak tersebut dilakukan guna mengetahui ketersedian kebutuhan pokok masyarakat.

Sidak yang dilaksanakan bersama dinas terkait dan unsur TNI ini dipimpin langsung oleh Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara.

Tiba dilokasi Pasar Antri Baru Jalan Sriwijaya, rombongan langsung merangsek ke dalam pasar. Sejumlah pedagang dimintai keterangan apakah ada kenaikan atau kelangkaan barang.

Menurut Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, kelangkaan barang yang terjadi di pasar lantaran pasokan yang tidak stabil bahkan, bisa diakibatkan oleh penimbunan barang.

“Makanya kami lakukan sidak untuk mengetahui sejauh mana ketersedian kebutuhan pokok di pasar tradisional,” kata Rusdy, usai sidak di Pasar Antri, Jalan Sriwijaya, Kamis (14/12/2017).

Dari hasil sidak, sebut Rusdy, ada beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga. Namun, untuk ketersediaan barang, tidak ada kendala.

“Memang ada kenaikan di sejumlah harga pangan, namun tidak terlalu tinggi. Ada kenaikan sedikit, beras yang medium dengan daging ayam. Kenaikannya masih dalam batas kewajaran,” tuturnya.

Ada pun sejumlah kebutuhan bahan pokok masyarakat (kepokmas) yang mengalami kenaikan harga diantaranya, daging ayam, telur dan cabe kriting.

Untuk harga daging ayam di Pasar Antri saat ini mencapai Rp 35 ribu perkilogram. Sebelumnya Rp 28 ribu. Harga telur ayam, semula Rp 20 ribu, sekarang menjadi Rp 25 ribu perkilogramnya. Sementara cabe kriting, dari Rp 30 ribu, kini naik menjadi Rp 40 ribu.

Kendati ketersediaan kepokmas di Cimahi masih terbilang stabil, namun satgas pangan Polres Cimahi tetap akan melakukan pengawasan, terutama terhadap ketersedian beras.

Pengawasan yang dilakukan, kata Rusdy, mulai dari ketersediaan beras baik di gudang Bulog maupun di gudang milik perorangan (agen). Sebab, jika kebutuhan masyarakat tidak ada atau hanya sedikit yang tersedia di pasar-pasar, maka akan dilakukan pemeriksaan.

“Kalau di gudang ada, tapi di pasar kosong, itu jelas termasuk penimbunan atau kecurangan dalam berbisnis.

(gat)

loading...

Feeds

Akan Ada Mini Bandung di Ukraina

Kerjasama ini terbangun setelah Pemkot kota Bandung mendapat mandat Kedutaan Besar Indonesia di Ukraina pada Oktober 2017 untuk mengenalkan budaya …