Oknum Wartawan Bikin Resah Sekolah di Cimahi

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com – Instansi sekolah di Cimahi saat ini dihantui oleh sejumlah oknum yang mengatasnamakan wartawan. Hal itu dialami oleh pihak SMAN 1 Kota Cimahi beberapa waktu lalu.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Cimahi, Dodi Suharto, mengaku belum lama ini ia didatangi oleh orang yang mengaku wartawan ingin menanyakan perihal penggunaan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Salah seorang staf saya memberitahukan ada wartawan bersama seorang anggota LSM datang, ingin bertemu dengan saya. Saya kaget, ada apa, soalnya mereka maksa mau ketemu saya,” ujarnya.

Saat itu Dodi, sedang berada di ruangnya. Akan tetapi, ia pun tak lantas menemui tamu tak diundangnya itu. Tak lama kemudian, ia pun keluar dan menemui kedua orang tersebut.

Setelah ditemui, Dodi merasa ada intimidasi verbal terhadap dirinya. Sebab, tiba-tiba saja kedua orang itu mengancam akan melaporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat atas tuduhan penyelewengan dana BOS dan  Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU).

Karena tidak terima disebut menggunakan anggaran BOS dan BPMU, Kepala Sekolah SMAN 1 itu geram dan langsung menanyakan surat tugas keduanya untuk memastikan apakah benar atau tidak kalau mereka itu adalah seorang wartawan.

Namun, ketika ditanya mereka malah meninggikan nada bahasa dan terkesan marah.

“Saya hanya menyakan saja, dari media mana dan apa tujuanya. Tapi mereka malah marah dan bilang, kami berhak menanyakan anggaran itu. Ini yang jadi pertanyaan saya. Kenapa orang-orang ini tidak beretika,” tuturnya.

Merasa tak ada masalah pada diri Dodi, ia mendesak agar keduanya menunjukkan format laporan penggunaan anggaran BPMU dan BOS dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Persis seperti yang diperkirakan, ternyata oknum wartawan tersebut tak mampu menunjukkannya.

“Tapi, mereka justru tetap ngotot dan mengaku punya bukti kalau saya menyelewengkan dana BPMU dan BOS. Ketika diminta buktinya tidak ada,” ujarnya.

Tak berhenti sampai disitu, kedua orang tersebut masih terus mencari kelengahan dari pihak sekolah. Kali ini mereka menuduh kalau SMAN 1 Cimahi telah melakukan praktik pungutan liar dengan dalih Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) dan SPP kepada orangtua siswa.

Dodi pun menjelaskan apa yang ditanyakan oleh kedua orang itu. “Kalau DSP dan SPP itu masih boleh dipungut. Yang tidak boleh itu di tingkat dasar. Bahkan ada surat edaran dari gubernur sebagai legalitas,” jelasnya.

Setelah mendengar penjelasan dari Kepala Sekolah, kemudian mereka minta surat edaran dari Gubernur yang sebelumnya disebutkan oleh Dodi.

loading...

Feeds