Perempuan Muda Dipenggal dan Dibakar, Pelaku Sempat Pura-pura Kehilangan Istri

Ilustrasi. Foto: AFP

Ilustrasi. Foto: AFP

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Warga Karawang sempat digegerkan dengan temuan mayat perempuan tanpa kepala. Jenazah perempuan tersebut diduga korban pembunuhan.

Temuan itu terjadi di Jl Raya Syeh Quro Desa Ciranggon Kecamatan Majalaya, Karawang. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang buruh benama Herman.

“Mayat diketemukan pada hari Kamis, tanggal 7 Desember  2017 pukul 15.10 WIB, di halaman Perum Grand Orchad Ds Ciranggon Kec Majalaya Kabupaten Karawang,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (13/12017).

Usia mayat wanita tersebut diperkirakan masih muda, antara 16- 22 tahun, ditemukan tanpa identitas, tanpa kepala dan kaki. Kondisi saat ditemukan, korban dalam keadaan hangus terbakar.

“Diduga korban dibunuh lalu pala dan kaki korban dipotong selanjutnya korban dibuang di TKP lalu dibakar,” terangnya.

Barang bukti yang ditemukan adalah potongan bambu bekas dibakar, seutas tali tambang dan baju batik sekolah.

Polisi kemudian bergerak cepat dengan mengikuti petunjuk di tempat kejadian perkara.

“Kami membuat sketsa tubuh korban dan daftar barang-barang yg melekat di tubuh korban, Membuka hotline di nomor: 085972800212 untuk pengaduan masyarakat bagi yg merasa kehilangan keluarganya,” kata Yusri, Rabu (13/12/207).

Pada 10 – 11 Desember, polisi merelease sketsa tubuh korban dan barang-barang yang melekat pada tubuh korban serta merazia preman dengan sasaran anak punk guna mengidentifikasi tato yang identik dengan korban yang juga memiliki tato di bagian dada bertuliskan “Stone” dan tato gambar seorang perempuan sedang duduk meringkuk bersayapkan kupu-kupu.

Karena hasilnya nihil, polisi melakukan olah TKP ulang bersama dengan tim dari Inafis Polda Jabar dengan memperluas radius perimeter area Olah TKP dengan K9 (Anjing Pelacak) dari Dit Sabhara Polda Jabar.

“Hasilnya, K9 menemui seorang laki-laki atas nama Muhammad Kholili,” terang Yusri.

Kholili mengaku kehilangan istrinya dengan ciri-ciri yang disebutkan Polres Karawang, namun ditemukan tidak ada persesuaian antara keterangannya dengan hasil visum.

Polisi menilai janggal atas pengakuan Kholili. “Penyidik menelusuri keterangan tersangka, namun janggal, kemudian akhirnya tidak dapat beralibi lagi dan mengakui perbuatannya,” ujar Yusri.

Kholili akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan istrinya sendiri.

(bbb)

loading...

Feeds