Awas! Saber Pungli Jawa Barat Pantau Pungli di Sekolah

Ilustrasi (ist)

Ilustrasi (ist)

POJOKBANDUNG.com – Praktek pungutan liar (pungli) tentunya menjadi masalah pelik yang harus dihilangkan. Terutama di tingkat sekolah.

Sejauh ini, masyarakat di Indonesia termasuk Kota Cimahi cukup dipusingkan dengan pungli tersebut. Sebab, praktek pungli sangat merugikan.

Menurut Kepala Bidang Operasi Satgas Saber Pungli Jawa Barat, AKBP Harso Pujo Hartono, maraknya dugaan pungli di sekolah diawali oleh kesalahpahaman antara pihak sekolah dengan orang tua siswa.

Hal itu biasanya terjadi saat pihak sekolah yang meminta partisipasi masyarakat dalam hal pembiayaan seperti study tour, perpisahan dan sumbangan kegiatan sekolah lainnya.

“Akhirnya masyarakat mengganggap hal itu adalah pungli karena, memang belum ada kesepakatan yang sepakat,” ujar Harso di Cimahi, kemarin.

Baca Juga:

Sosialisasi Saber Pungli, Kembalikan Aparatur Sipil Negara ke ‘Fitrah’-nya

Polda Jabar Usut 204 Kasus Pungli, Kasus Terbesar di Perizinan

Dia melanjutkan, pihak sekolah sebetulnya sah-sah saja jika meminta sumbangan kepada orang tua siswa dalam berbagai kegiatan. Namun, harus mengikuti ketentuan. Karena sumbangan itu sifatnya sukarela dan tidak dipatok.

“Alangkah baiknya, agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pihak sekolah dan orang tua siswa, pihak sekolah harus membuat Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) terlebih dahulu. Kemudian saat melaksanakannya harus melalui musyawarah,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk menekan tindakan pungli di Cimahi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan setiap kepala sekolah di Cimahi untuk saling terbuka dengan orang tua siswa.

Terutama dalam menyampaikan suatu hal yang berkaitan dengan iuran.

“Aturan soal partisipasi masyarakat dalam sumbangsih kegiatan sekolah sudah diatur dalam Peraturan Kementrian Kebudayaan dan Pendidikan (Permendikbud) RI. Sehingga kalau pihak sekolah dirasa menyalahinya, masyarakat bisa melapor,” terangnya.

Praktik pungli di tingkat sekolah, lanjut dia, merupakan pekerjaan rumah bagi dinas pendidikan. Untuk itu, pihaknya akan senantiasa memberikan pemahaman kepada seluruh elemen sekolah agar bisa menyamakan persepsi dengan masyarakat.

“Ini tugas kami. Ke depan kita akan lebih intensif lagi memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” ucapnya.

(gat)

loading...

Feeds