Perusahaan di Cimahi Diminta Tingkatkan Wawasan Operator Ipal

PENCEMARAN LINGKUNGAN: Setiap harinya tidak kurang 100 ton limbah domestik baik sampah rumah tangga, kotoran ternak dan kotoran manusia mencemari Sungai Citarum.

PENCEMARAN LINGKUNGAN: Setiap harinya tidak kurang 100 ton limbah domestik baik sampah rumah tangga, kotoran ternak dan kotoran manusia mencemari Sungai Citarum.

POJOKBANDUNG – Wawasan operator Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di setiap perusahaan, harus ditingkatkan untuk pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup.

Kasi Pembinaan dan Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Lucky Sugih Mauludin, mengatakan banyak operator yang ada di perusahaan terlalu cepat melakukan regenerasi operator Ipal.

Padahal, kata dia, operator Ipal harus benar-benar memahami tugasnya.

“Sehingga, di saat ada pengawasan maupun sidak dari pihak terkait, operator Ipal ini akan memahami pengelolaan Ipal itu seperti apa. Karena dampak baik dan buruknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata Lucky.

Baca Juga:

Walikota Cimahi Janjikan Gedung Kesenian

Proyek Infrastruktur di Cimahi Mangkrak karena Pemerintah Salah Pilih Kontraktor?

Menurutnya, apabila pengelolaan Ipal tidak dikendalikan atau diawasi, tentu pencemaran lingkungan akan semakin tinggi. Dan tentu dampaknya bisa buruk terhadap lingkungan.

“Makanya, beberapa waktu lalu kami lakukan bimbingan teknis terhadap para operator Ipal yang ada ditiap perusahaan di Cimahi,” ungkapnya.

Pencemaran lingkungan di Cimahi, kata dia, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan DLH, sejauh ini disebabkan oleh beberapa faktor. Selain limbah Industri ada limbah domestik serta yang terbaru adalah limbah hasil peternakan.

“Limbah yang dihasilkan pabrik 40 persen, sisanya yang 60 persen dibagi antara domestik dan peternakan,” ujarnya.

Baca Juga:

DPRD Cimahi Susun Perda Perlindungan Hukum untuk Masyrakat Lemah

Polres Cimahi Petakan Jalur Rawan Macet, Salah Satunya Kawasan Wisata Lembang

Dengan adanya operator ipal ini, lanjut dia, diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Dalam aturannya, baik perusahaan hingga peternak harus memiliki Ipal. Karena sama sama menyumbang limbah.

Karena pabrik di Cimahi kebanyakan di bidang tekstil, maka pencemarannya adalah sisa pewarna pada kain. Sementara di bidang peternakan yakni kotoran yang tentunya bisa menimbulkan bau yang tidak sedap di lingkungan sekitarnya.

“Untuk limbah domestik kategori perumahan, biasanya dihasilkan dari sisa deterjen dan sampah plastik. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus melakukan pembinaan dan sosialisasi pengelolaan limbah. Tentunya untuk menekan pencemaran lingkungan di wilayah Cimahi,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds

Akan Ada Mini Bandung di Ukraina

Kerjasama ini terbangun setelah Pemkot kota Bandung mendapat mandat Kedutaan Besar Indonesia di Ukraina pada Oktober 2017 untuk mengenalkan budaya …