Pemprov Jabar Himbau Warga Ikuti Imunisasi ORI Difteri. Gratis!

Grafis (Errie Dini/ Jawa Pos)

Grafis (Errie Dini/ Jawa Pos)

POJOKBANDUNG.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghimbau warganya melaksanakan Outbreak Response Imunization Difteri (ORI Difteri) atau disebut juga sebagai imunisasi gratis difteri yang sesuai kaidah kesehatan maupun agama.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, pihaknya bersama para pihak akan segera melakukan  ORI Difteri mulai minggu ke-2 Desember 2017 ini.

ORI adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya memutuskan transmisi penularan penyakit difteri pada anak usia 1 tahun sampai dengan 19 tahun yang tinggal di daerah kejadian luar biasa (KLB) tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

“ORI akan dilaksanakan sebanyak tiga putaran, dengan interval  0-1-6 bulan. ORI akan memberikan vaksin dengan ketentuan DPT-HB-Hib bagi usia 1 tahun sampai 5 thn, DT  usia 5 tahun sampai 7 tahun, serta TD usia 7 tahun  sampai 19 tahun,” katanya usai membuka kegiatan Jambore Desa 2017 di Bekasi, Senin (11/12/2017).

Baca Juga:

Apakah Penyakit Mematikan, Difteri Bisa Dicegah? Ini Kata Dokter RSHS Bandung

RSHS Bandung Tangani 20 Pasien Penyakit Mematikan, Difteri. 2 Anak Meninggal

Pelaksanaannya di sekolah masing-masing, mulai dari TK/PAUD, SD/ MI/ Sederajat, SMP/MTS/ Sederajat, SMA /MA/ Sederajat, Perguruan Tinggi / Universitas, Rumah Sakit, Puskesmas, Posyandu, Day care, Apartemen, Rusun, dan Pos Vaksinasi lain yang ditetapkan Puskesmas.

Penyakit Difteri disebabkan infeksi bakteri Corynebacterium Diptheriae yang dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti sumbatan saluran nafas serta peradangan pada otot jantung bahkan kematian.

Ada pun gejalanya antara lain demam 38℃, sakit menelan, selaput putih keabu-abuan di tenggorokan,  leher membengkak dan sesak nafas disertai suara mengorok.

“Selain itu, bakteri Corynebacterium diptheriae akan mengeluarkan racun difteri yang bisa membuat peradangan otot jantung dan akhirnya menyebabkan kematian. Pengobatannya yaitu rawat inap di ruangan isolasi, pemberian antibiotik, dan jika perlu diberikan anti racun difteri atau Anti Difteri Serum,” sambungnya.

Dalam kesempatan terpisah, Imam besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengimbau masyarakat mengikuti imunisasi serentak tersebut karena agama khususnya Islam selalu memudahkan umatnya dalam kondisi darurat.

Baca Juga:

Difteri Mewabah, Netty Tegaskan Mayarakat Tidak Ragukan Imunisasi

Difteri Serang Empat Anak di Kabupaten Bandung

“Kita imbau yang belum imunisasi masyarakat itu berfikiran luas, jernih, berbaik sangka bahwa agama itu sebetulnya memudahkan walaupun tidak untuk dipermudahkan,” kata Nasaruddin Umar, Senin (11/12/2017).

Jika keselamatan jiwa itu terlindungi melalui vaksin, Nasarudin berpesan agar masyarakat mengikuti imunisasi difteri. Halal atau tidaknya vaksin tersebut nantinya akan menjadi pembahasan tersendiri.

“Kalau keselamatan jiwa itu memang perlindungannya dengan vaksin maka vaksin itu harus. Ini langkah darurat yang harus diserukan ke masyarakat untuk menyelamatkan jiwa dengan cara melakukan vaksin itu. Soal vaksinnya itu nanti ada apakah itu murni halal atau tidak itu nanti saya kira perlu dibahas nanti di suatu pembahasan khusus,” jelasnya.

loading...

Feeds