Jika PKS Berhasil Dibujuk Gerindra, Deddy Mizwar Terancam Ditinggalkan

Deddy Mizwar. Foto: Atep K/Pojokbandung.com

Deddy Mizwar. Foto: Atep K/Pojokbandung.com

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gerindra akan membujuk PKS untuk bergabung dalam koalisi. Jika hal itu terealisasi, Deddy Mizwar terancam ditinggalkan PKS dan bisa saja tak ikut meramaikan kontestasi.

Seperti diketahui, Gerindra sudah memunculkan nama Jenderal (Purn) Sudrajat untuk maju dalam Pilgub Jabar 2018. Koalisi yang dibangung Demiz dengan Demokrat bersama PKS dan PAN masih belum sepenuhnya direstui.

Sejauh ini, hanya Demokrat yang sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) untuk pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu.

“Deddy Mizwar bisa ditinggalkan PKS dalam Pilgub Jabar nanti. Jika Gerindra menawarkan insentif yang menarik untuk PKS,” ujar Pengamat Politik Universitas Padjadjaran, Firman Manan, saat dihubungi, Minggu (10/12).

Baca Juga:

PAN Belum Klop dengan PKS-Demokrat Soal Deddy Mizwar-Syaikhu

Demokrat Resmi Usung Deddy Mizwar-Syaikhu, 5 Desember ‘Check Sound’

Belum keluarnya SK dari PKS untuk Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu yang notabene kadernya adalah sebuah tanda ada yang belum ‘selesai’ di internal PKS.

Kondisi itu, sangat mungkin dimanfaatkan dengan baik oleh Gerindra dalam membujuk PKS bergabung. Apalagi, semua keputusan berada di tangan pengurus di tingkat pusat.

Dalam hal ini, Gerindra sangat diuntungkan. Hubungan PKS dan Gerindra masih mesra pasca Pilgub DKI Jakarta. Jika PKS bisa dirayu, PAN pun yang masih belum bisa memberikan SK dukungan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu bisa ikut bereuni.

Meski menurut Firman hal itu tidak menjadi jaminan koalisi akan linier ke tingkat daerah, tapi hubungan elit di tingkat pusat punya pengaruh dalam pemberian keputusan.

Satu persoalan penting harus diselesaikan Gerindra dalam rangka mewujudkan misi merebut PKS. Nama Sudrajat yang baru dimunculkan terbilang terlambat. Popularitas dan elektabilitasnya masih jauh dibawah Deddy Mizwar.

Baca Juga:

Bagaimana Sikap Deddy Mizwar Hadapi Manuver Gerindra?

Gerindra Ajak PAN Koalisi, Pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu Terancam Dikocok Ulang?

“Sejauh pengamatan saya, pilihan partai itu lebih ke pilihan pragmatis. Mana yang lebih menguntungkan dan mana yang punya kemungkinan menang lebih besar. Kalau melihat itu, Demiz lebih unggul,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Ketua DPD Gerindra Jabar, Mulyadi mengungkapkan, Ketua umumnya, Prabowo Subianto masih memgang teguh parameter pengusungan kader di Pilgub Jabar.

Selepas tidak bisa menggaet Deddy Mizwar, Prabowo disebut berhati-hati dalam menetukan kandidat. Setidaknya harus dari kajian berdasarkan harapan masyarakat.

Lahirnya nama Sudrajat pun merupakan hasil tiga pertimbangan. Yang pertama putera Jawa Barat, jejak pengalaman di TNI mulus dan Lulusan Harvard Inggris.

loading...

Feeds

Akan Ada Mini Bandung di Ukraina

Kerjasama ini terbangun setelah Pemkot kota Bandung mendapat mandat Kedutaan Besar Indonesia di Ukraina pada Oktober 2017 untuk mengenalkan budaya …