Waduh Sayang Banget, Program 300 Doktor Sepi Peminat

Rakornas perguruan Tinggi Pariwisata se-Indonesia berkomitmen agar para stakeholder lembaga pendidikan pariwisata dalam membangun Sumber Daya Manusia di sepuluh destinasi pariwisata prioritas.

Rakornas perguruan Tinggi Pariwisata se-Indonesia berkomitmen agar para stakeholder lembaga pendidikan pariwisata dalam membangun Sumber Daya Manusia di sepuluh destinasi pariwisata prioritas.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Program 300 doktor untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) kurang peminta. Program yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2012 itu hanya diikuti 60 orang.

Rendahnya minat program yang dicanangkan tahun 2013 itu akan dievaluasi Pemprov Jabar, sekaligus mencari indikatornya.

Hal itu disampaiakn Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (6/12/2017).

“Program 300 doktor baru diikuti oleh sekitar 60 ASN. Padahal ada sekitar 40 ribu ASN di lingkungan Pemprov Jabar yang memanfaatkan peluang beasiswa tersebut,” kata Deddy Mizwar.

Deddy Mizwar menyebut akan mencari tahu hambatan yang membuat program tersebut belum berjalan optimal.

Baca Juga:

Jabar Buka Peluang Kerja Sama Bidang Pendidikan dengan Australia

Dianggap Bakal Merusak Pendidikan Karakter Siswa, NU Jabar Tolak Keras Full Day School

Program itu diluncurkan dengan harapan bisa menunjang kinerja Pemprov Jabar. Sehingga Pemprov, mendukung penuh realiasi beasiswa studi S3 untuk ASN.

“Mungkin peminatnya banyak tapi terganjal masalah syarat umur (maksimal 38 tahun), kedua minat studi yang tidak sesuai kebutuhan daerah jadi perlu dievaluasi, kita perlu banyak doktor padahal,” katanya.

Pemprov Jabar memerlukan banyak doktor yang bisa menghasilkan riset untuk perbaikan berbagai sektor yang jadi kelemahan Jabar selama ini.

Baca Juga:

Guru Tuntut Penambahan Fasilitas Pendidikan

Seperti Ini Strategi Dinas Pendidikan Wujudkan Bandung Juara

Evaluasi program beasiswa untuk para ASN ini diharapkan akan menghilangkan hambatan, sehingga menghasilkan keleluasaan lebih kepada ASN yang ingin melanjutkan studinya.

“PNS kita ada puluhan ribu masa mencari 300 orang saja susah. Barangkali perlu dievaluasi apakah umur atau minat studi yang jadi hambatan karena disesuaikan kebutuhan daerah. 300 (doktor) saja menurut saya terlalu sedikit,” pungkasnya.

Untuk informasi, program 300 doktor diluncurkan untuk menghadapai tantangan pembangunan di masa mendatang dan mengakselerasi pencapaian visi dan misi pembangunan Jawa Barat sampai dengan tahun 2025.

loading...

Feeds