Jangan Takut Gemuk, Rugi Besar bagi yang Tidak Suka Minum Susu. Sebab….

Ilustrasi (Pixabay)

Ilustrasi (Pixabay)

POJOKBANDUNG.com – Susu selalu dikaitkan dengan kandungan kalsium yang baik untuk kepadatan tulang orang dewasa. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa selain kalsium, susu mengandung komposisi asam lemak yang unik dan kompleks dibandingkan dengan pangan lainnya.

Fakta unik lainnya bahkan susu bisa mencegah tubuh dari risiko penyakit degeneratif, yaitu penyakit yang belakangan sering muncul akibat gaya hidup, salah satunya diabetes dan penyakit jantung koroner (PJK).

Ahli Gizi dan Dosen di Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II Marudut menjelaskan, komposisi asam lemak susu yang unik dan kompleks tersebut bisa mencegah penyakit degeneratif.

Anggota Bidang Penelitian dan Pengembangan Gizi, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) itu menjelaskan susu tersusun atas lebih dari 50 jenis asam lemak.

Baca Juga:

4 Manfaat Sarapan Pagi, Salah Satunya Biar Nggak Lemah Otak Atawa Lemot

Anda Biasa Buka HP Pagi Hari? Sebaiknya Simak Hasil Penelitian Ini

Selain memiliki kandungan karbon rantai genap seperti yang dimiliki pangan pada umumnya, susu juga memiliki kandungan karbon rantai ganjil yakni asam pentadecanoat (15:0) dan asam heptadecanoat atau asam margarat (17:0) yang merupakan indikator konsumsi susu.

Kandungan asam lemak trans dalam susu yang dihasilkan melalui biohidrogenasi menguntungkan tubuh. Asam lemak yang kompleks membuat manusia meraih keuntungan atau manfaat sehat dari susu.

Segelas susu rata-rata mengandung 3-4 persen lemak susu dan dari jumlah lemak tersebut 90 persen terdiri dari asam lemak jenuh, 3,7 persen asam lemak trans, dan 5,3 peren asam lemak tak jenuh.

“Jadi jangan takut gemuk gara-gara minum susu. Yang penting ikuti takaran sajiannya termasuk gulanya dan berapa batas sehari. Dengan minum susu justru lebih kenyang dan tubuh lebih sehat,” jelas Marudut dalam konferensi pers bersama Frisian Flag, Selasa (5/12/2017).

Marudut menjelaskan asam lemak trans yang ada di dalam susu mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap kesehatan manusia dibandingkan asam lemak trans yang ada di produk pangan lain. Sehingga risiko diabetes dan penyakit jantung menjadi lebih rendah.

“Pada konsentrasi yang lebih tinggi penurunan risiko diabetes melitus dua kali lipat dibandingkan dengan konsentrasi yang lebih rendah,” ujar Marudut.

loading...

Feeds