Difteri Serang Empat Anak di Kabupaten Bandung

Grafis (Errie Dini/ Jawa Pos)

Grafis (Errie Dini/ Jawa Pos)

POJOKBANDUNG.com – Puluhan tahun difteri tak muncul, kini penyakit tersebut menjangkit empat warga Kabupaten Bandung. Salah satu orang di antaranya tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung atas rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka.

“Itu warga Kecamatan Nagreg yang masih dirawat di RSHS. Sebelumnya, ada tiga orang pasien yang dinyatakan terkena difteri, tapi sekarang telah dinyatakan sembuh,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Achmad Kustijadi, Selasa (5/12/2017).

Achmad berharap, kasus penyakit difteri tidak menyebar dan pasien yang masih menjalani perawatan tidak sampai meninggal dunia.

“Sebagai langkah pencegahan, kami akan segera turun ke lapangan untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan. Kemudian ketika ditemukan pasien yang harus dirujuk, semua biaya akan menjadi tanggungjawab pemerintah,” ungkapnya.

Baca Juga:

Difteri, Penyakit Tenggorokan yang Mematikan. Ini Cara Mengenalinya

Pemerintah Tetapkan KLB Kasus Difteri, 10 Orang Meninggal di Jabar

Menurutnya, difteri penyakit infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit.

Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa baik anak-anak maupun dewasa. Namun pada sebagian besar kasus, penyakit ini lebih banyak ditemukan pada anak-anak.

Seperti diketahui, hingga 3 Desember 2017, di Jawa Barat terdapat 116 kasus difteri. Dengan jumlah kasus kematian sebanyak 13 kasus.

Jumlah itu sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Karena berdasarkan pedoman epidemologi Kementerian Kesehatan 2017, satu kasus difteri positif sudah dinyatakan sebagai KLB.

Difteri adalah penyakit yang ditandai dengan panas 38 derajat celsius, disertai adanya psedoumembrane atau selaput tipis keabu-abuan pada tenggorokan yang tak mudah lepas dan mudah berdarah.

Baca Juga:

Apakah Penyakit Mematikan, Difteri Bisa Dicegah? Ini Kata Dokter RSHS Bandung

RSHS Bandung Tangani 20 Pasien Penyakit Mematikan, Difteri. 2 Anak Meninggal

Penyakit ini disebabkan bakteri difteri dan bisa menyebabkan kematian jika tidak mendapatkan penanganan segera. Kebanyakan penyakit tersebut dialami oleh anak-anak yang belum mendapatkan vaksin difteri.

Penyebaran kasus difteri di Jabar telah menerpa 18 Kota/Kabupaten, yakni Purwakarta merupakan wilayah dengan kasus difteri tertinggi di Jabar yaitu dengan 21 kasus selama 2017 ini dengan satu kasus kematian.

Selain itu, di antaranya Kabupaten Karawang terdapat 13 kasus difteri, Kota Depok dan Kota Bekasi masing-masing 12 kasus, Garut 11 kasus, dan Kota Bandung 7 kasus.

(apt)

loading...

Feeds