Papa Novanto Ternyata Bersembunyi di Gedung DPR

Ketua DPRD Setya Novanto saat tiba di gedung KPK Jakarta. Foto: Ricardo/jpnn

Ketua DPRD Setya Novanto saat tiba di gedung KPK Jakarta. Foto: Ricardo/jpnn

POJOKBANDUNG.com- MAHKAMAH Kehormatan Dewan (MKD) DPR mendapat pengakuan langsung dari Setya Novanto terkait pelarian Papa Novanto (julukan Setnov), ketika hendak dijemput paksa penyidik KPK.

Saat diperiksa MKD, Kamis (30/11) lalu, Setya Novanto mengaku berada (bersembunyi) di gedung DPR, Komplek Parlemen, Senayan.

BACA JUGA:

KPK Jemput Paksa Setya Novanto, Ini Alasannya

Ini Detik-Detik Setya Novanto Menghilang

Setya Novanto Kabur ke Luar Negeri, Benarkah?

“Pengakuannya (Setnov) begitu. Katanya, ada di gedung DPR,” ujar Wakil Ketua MKD DPR, Sarifuddin Sudding kepada Indopos.

Namun kebenaran keterangan Papa Novanto masih harus dikonfimasi lagi dengan Kesekjenan DPR RI. “Kami harus minta keterangan dari Sekjen,” tambahnya.

Diburu KPK, Setya Novanto Kecelakaan

Keterangan yang diperoleh MKD dari Setnov, tak sekadar soal Setnov berada di Gedung DPR, tetapi juga soal penggeledahan rumah Setya Novanto hingga kecelakaan yang menimpa Ketum Partai Golkar tersebut sebelum ditahan KPK.

“Keterangan (Setnov) itu akan kami konfirmasi kepada pihak kesetjenan, termasuk katakanlah pada saat Pak Novanto pada hari Kamis (masa pelarian) berada di DPR sempat salat magrib lalu ke Metro TV, kemudian kecelakaan,” ungkapnya.

Jika keterangan dari kesetjenan telah diperoleh, maka menurut anggota Komisi III DPR RI itu, MKD akan langsung mengambil kesimpulan. Termasuk keterangan dari pihak terkait, dalam hal ini orang yang ada bersama Setya Novanto saat terjadi kecelakaan.

Sudding menambahkan, MKD akan memeriksa Plt Sekjen DPR RI, Damayanti, Senin (4/12). Namun, karena Damayanti masih ikut dalam rapat Bamus hingga sore, pemeriksaan ditunda.

Sementara Anggota MKD DPR RI, Maman Imanulhaq menambahkan, MKD juga terus mendalami dampak dari ditahannya Novanto terhadap keberlangsungan kerjanya sebagai Ketua DPR RI. Saat menemui Setnov di penjara KPK, Setnov mengakui bahwa ada beberapa dokumen yang memang hanya bisa ditandatangani oleh Ketua DPR RI, tak dapat diwakilkan.

loading...

Feeds