Presiden Jokowi bagi-bagi 10 Ribu Sertifikat Tanah di Soreang

Presiden Jokowi di Soreang. Foto: Apit/Radar Bandung

Presiden Jokowi di Soreang. Foto: Apit/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com – Presiden Joko Widodo prihatin mendengar kerap terjadinya sengketa pertanahan di masyarakat. Ia meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang untuk mengebut pemberian sertifikat kepemilikan tanah kepada masyarakat.

“Setiap ke desa selalu mendengar masalah sengketa tanah. Baik itu antara individu dan masyarakat, sengketa masyarakat dengan pemerintah, sengketa masyarakat atau individu dan perusahaan dan pemerintah,” kata Joko Widodo dalam sambutannya di acara pemberian 10 ribu sertifikat tanah kepada warga Kabupaten Bandung di Bale Rame Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, Senin (4/12/17).

Joko Widodo menjelaskan, sengketa terjadi karena masyarakat tidak memegang sertifikat. Ia meminta Menteri Agraria untuk mensertifatkan semua tanah masyarakat.

“Ketika masyarakat telah memiliki bukti kepemilikan tanah, tentunya tidak akan ada lagi sengketa pertanahan yang terjadi di masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga:

Selain Hadiri Dies Natalis Unpad, Presiden Jokowi Akan bagi-bagi Sertifikat Tanah di Kota Ini

Di Sukabumi, Presiden Jokowi bagi-bagi Sertifikat Tanah. Boleh Diagunkan ke Bank, Asal…

Untuk mendukung program tersebut, ia telah memerintahkan menteri Agraria melayani masyarakat untuk menerbitkan sertifikat tanah milik masyarakat secara gratis.

“Sepanjang 2017 BPN diminta menerbitkan 5 juta sertifikat, kemudian pada tahun berikutnya 7 juta dan selanjutnya 9 juta sertifikat,” sebutnya.

“Setiap hari kerja, BPN harus kerja terus sampai malam, biar mereka kapok. Karena rakyat ini harus dilayani. Sebab setiap ke desa saya selalu dibisikin sengketa terus. Ini karena penerbitan sertifikat oleh BPN sangat sedikit sekali,” katanya.

Joko Widodo, sejak tiga tahun terakhir ini, BPN telah menerbitkan sekitar 46 juta sertifikat. Artinya, masih tersisa 80 juta bidang tanah milik masyarakat yang belum bersertifikat.

Dengan demikian, ia terus menggenjot kepemilikan sertifikat ini dan ditargetkan rampung atau semua tanah di Indonesia bersertifikat pada 2025 mendatang.

“Kalau tahun -tahun sebelumnya, kantor BPN setahun hanya mengeluarkan sertifikat cuma 600, kalau begitu diperkirakan baru selesai 160 tahun. Saya enggak mau itu, rakyat harus dilayani pak Bupati, pak Gubernur harus bantu juga,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Joko widodo mengingatkan masyarakat yang telah memiliki sertifikat untuk menggunakannya secara bijak.

Baca Juga:

Waspada Konflik Agraria, Jutaan Bidang Tanah Belum Bersertifikat

Bagi-bagikan Sertifikat Tanah di Cimahi, Jokowi Ingatkan Warga Hati-hati…

“Ketika dijadikan jaminan ke bank, maka dana pinjaman tersebut harus digunakan untuk modal dan bukan digunakan untuk hal yang bersifat konsumtif,” ujarnya.

Di sela-sela penyerahan sertifikat, Presiden Jokowi memberikan kuis kepada tiga orang penerima sertifikat di Dome Bale Rame. Dua orang yang maju diminta untuk membacakan Pancasila dan satu orang lainnya diminta menyanyikan lagu daerah Es Lilin.

Ketiga warga tersebut kemudian diberi hadiah sepeda. Dalam acara penyerahan sertifikat tanah gratis itu, turut hadir Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Kepala Staf Kantor Kepresidenan, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil, Kepala BPN Provinsi Jawa Barat, Bupati Bandung, Dadang M Naser.

(apt)

loading...

Feeds