Investigator KPPU: Banyak Korban Monopoli Air Mineral Bermerek

Komisi Pengawas Persaingan Usaha akan segera memutuskan perkara Monopoli dan Persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh air mineral bermerek.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha akan segera memutuskan perkara Monopoli dan Persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh air mineral bermerek.

Irwan pemilik Toko Sinar Jaya yang berjualan di bilangan Depok tak kalah geramnya dengan perilaku air mineral bermerek. Walaupun tak sampai diturunkan statusnya tapi kerap diintimidasi.

”Memang toko saya tak sempat diturunkan grade SO-nya. Tapi mereka sering ngancem dan intimidasi saya. Yang paling sering datang Karyawan BAP, berinisial “PN”. Dia minta saya tak memajang Le Minerale di toko,” keluh Irwan.

Menurt Irwan, dirinya tak jadi diturunkan karena Air mineral bermerek keburu disomasi. “ Nggak jadi karena mereka keburu kena somasi Mayora dan kasusnya dibawa ke KPPU. Kalau tidak, pasti grade saya sudah diturunkan. Saya bersyukur setelah kasus ini muncul, saya jadi bebas berdagang,” tutur Irwan.

Baca Juga:

Sidang Dugaan Monopoli Air Mineral Bermerek, KPPU Hadirkan Faisal Basri

KPPU Curigai Distribusi Beras Bersubsidi

Selain Irwan hal senada juga dialami Edi pemilik toko Noval, Cimanggis, Depok Jawa Barat. Edi juga mengaku telah diintimidasi oleh pihak Air mineral bermerek. Bahkan statusnya juga diturunkan menjadi WS.

“ Kronologi awalnya saya pajang Le Minerale di depan, mereka meminta dipindahkan, oke saya ikuti. Terus saya dapat undangan garhering dari Le Minerale. Nah H-1 gathering, saya ditanya karyawan Balina, ‘ ikut nggak?’ Ya saya jawab ikut, orang diundang. Tiba-tiba setelah gathering grade SO saya diturunkan tanpa alasan jelas,” tutur Edi saat dihubungi melalui telepone pada Senin (27/11) lalu.

Edi merasa yakin penyebab diturunkannya statusnya karena dirinya telah menjual produk Le Minerale.

“Tentu saja yakin karena selama ini untuk target penjualan kami selalu bisa memenuhi, “ papar Edi.

Sedangkan Toko Sumber Jaya / Country Food di bilangan Cielengsi, Bogor milik Handy juga tak luput dari intimidasi Air mineral bermerek. Handy mengaku diancam dan diintimidasi bahkan diturunkan statusnya dari SO (Star Outlet ) menjadi WS (Whole Seller). Handy telah bersaksi di depan majelis hakim KPPU beberapa waktu lalu.

“Saya kesal dengan ancaman, intimidasi sampai grade toko saya diturunkan. Saya diturunkan karena saya telah menjual produk kompetitor, Le Minerale. Secara target saya tidak pernah melanggar apa yang mereka targetkan,” ungkap Handy.

Bukan sekadar ancaman biasa. Handy malah dipaksa untuk menandatangai form yang telah disiapkan pihak Air mineral bermerek untuk bersedia tidak menjual produk Le Minerale sejak 1 september 2016

“ Betul saya tanda tangan form sosialisasi karena saya takut. Istilahnya setengah terpaksa. Kata mereka ini perintah atasannya agar saya mau tandatangan,” tandas Handy.

Selain Handy yang juga mengaku dipaksa untuk tanda tangan form sosialisasi adalah Cahyana pemilik Toko Mirah yang beralamat di Cieleungsi, Jawa Barat. “Iya benar sudah lama diminta tanda tangan sosialisasi. Setahun lalu”.

(apt)

loading...

Feeds