Investigator KPPU: Banyak Korban Monopoli Air Mineral Bermerek

Komisi Pengawas Persaingan Usaha akan segera memutuskan perkara Monopoli dan Persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh air mineral bermerek.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha akan segera memutuskan perkara Monopoli dan Persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh air mineral bermerek.

POJOKBANDUNG.com – Pekan mendatang, KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha ) akan segera memutuskan perkara monopoli dan persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh PT Tirta Investama (produsen) dan PT Balina Agung Perkasa (distributor).

Itu berdasar nomor 22/KPPU-I/2016 yaitu pelanggaran pasal 15 ayat 3 huruf b dan pasal 19 huruf a dan b Undang Undang No 5 tahun 1999.

Ketua Tim Investigator KPPU Arnold Sihombing perlu menegaskan sekali lagi bahwa kesimpulan Tim Investigator KPPU menyatakan Air mineral bermerek bersalah bukan tanpa alasan.

Banyak bukti yang telah ditemukan. Masih menurut Arnold kenapa Tim Investigator menyimpulkan bahwa Air mineral bermerek bersalah tak lain dan tak bukan karena sistem penjualan dari distributor ke pedagang itu dengan cara jual putus.

“Pedagang ini mendapatkan produk Air mineral bermerek dengan sistem beli-putus. Nah seharusnya dengan sistem ini sudah tak ada ikatan lagi para pedagang dengan PT TIV selaku produsen dan PT BAP selaku distributor. Untuk apalagi mereka mengatur dagangan pedagang kalau sistem yang mereka berlakukan adalah jual-putus?” jelas Arnold Sihombing.

Baca Juga:

Syarkawi: Trip Perancis Bukan Ketemu Aqua Danone

Tim Investigator Menyimpulkan Air Mineral Bermerek Terbukti Bersalah

Soal bukti bahwa hanya toko Chunchun yang diintimidasi itu tidak benar. Banyak toko yang mengaku diintimidasi.

“Mungkin air mineral bermerek merasa hanya toko ChunChun yg menjadi korbannya, tapi setelah kami lakukan investigasi, masih banyak pedagang lain. Mereka sangat berharap diberi kebebasan untuk jual produk apapun,” ungkap Arnold Sihombing, Senin (4/12/2017).

Menurut Arnold Sihombing, dari penulusuran di lapangan memang banyak pedagang lain yang menjadi korban. Mereka sudah banyak yang bersaksi di depan majelis hakim KPPU.

Bahkan ada yang mengaku dipaksa untuk menandatangi form pernyatan untuk tidak menjual produk Le Minerale. Dan masih banyak lagi yang tidak berani bersaksi lantaran takut bisnisnya terganggu.

Pedagang yang sudah bersaksi di sidang KPPU setidaknya ada 5 pemilik toko yaitu, Yatim Agus Prasetyo pemilik Toko Vanny alias Chunchun, Julie pemilik Toko Yania, Irwan pemilik Toko Sinar Jaya, Edi pemilik toko Noval dan Handy pemilik Toko Sumber Jaya / Country Food. Mereka mengaku kecewa dengan tindakan monopoli Air mineral bermerek.

“Gara-gara saya jual Le Minerale grade toko saya diturunkan dari SO menjadi WS. Jadi awalnya Karyawan BAP berinisial “NS” sering datang ke toko saya. Karena ada Le Minerale di depan, dia minta dimasukin. Saya diemin aja. Katanya kalau mau jual Air mineral bermerek jangan jual Le Minerale,” kata Yatim Agus Prasetyo pemilik Toko Vania alias Chunchun saat dihubungi pada Selasa (28/11) lalu.

Nasib kurang baik juga dialami oleh Julie pemilik Toko Yania di Narogong, Bekasi. Yuli telah bersaksi di depan majelis hakim KPPU karena dirinya telah diintimidasi oleh pihak Air mineral bermerek.

“Jadi udah lama saya merasa diintimidasi sama Air mineral bermerek. Mentang-mentang produknya merajai, saya seperti budak mereka, harus nurutin semua permintaan mereka. Ini toko saya, beli juga pake uang saya, tapi banyak intimidasi yang mereka ke lakukan,” ungkap Yuli.

loading...

Feeds

Aher Ajak Ormas Peduli Sungai Citarum

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, bersama Kodam III/Siliwangi melakukan sosialisasi gerakan Citarum Harum Bestari kepada sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) se-Bandung …

DPRD Cimahi Godok Perda Parkir

Nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir di Kota Cimahi masih kurang. Dalam setahun, PAD yang didapat dari parkir …